17 Perusahaan Gandeng 75 UMKM Sleman, Dorong Masuk Rantai Pasok Industri

17 Perusahaan Gandeng 75 UMKM Sleman, Dorong Masuk Rantai Pasok Industri

Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama pelaku usaha besar dan UMKM saat penandatanganan perjanjian kemitraan di Gedung MPP Sleman, Rabu (11/2/2026).--Foto: Humas Pemkab Sleman

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong pemerataan kesempatan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui skema kemitraan strategis dengan perusahaan besar.

Upaya itu diwujudkan dalam acara temu kemitraan yang mempertemukan 17 pelaku usaha besar dengan 75 UMKM di Kabupaten Sleman, Rabu (11/2/2026), di Gedung Mall Pelayanan Publik Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas dan terlibat langsung dalam rantai pasok industri yang lebih luas.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan bahwa temu kemitraan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat struktur ekonomi berbasis kerakyatan.

“Dalam temu kemitraan kali ini, Pemkab Sleman menggandeng 17 pelaku usaha besar dari berbagai sektor usaha yang menjalin kemitraan dengan 75 UMKM di Kabupaten Sleman,” katanya. 

BACA JUGA : Ekosistem Logistik Dorong Produk UMKM Yogyakarta Menembus Pasar Nasional

BACA JUGA : Masakan Rumahan Jadi Peluang Ekonomi, Amartha Dorong UMKM Perempuan ke Panggung Nasional

Ia menjelaskan, jenis kemitraan yang terjalin cukup beragam, mulai dari pembiayaan pinjaman, perdagangan umum, konsinyasi, hingga subkontrak produksi. 

Skema ini dirancang agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing UMKM.

Menurutnya, kemitraan bukan sekadar pertemuan bisnis sesaat, melainkan komitmen jangka panjang yang memberi ruang tumbuh bagi UMKM. 

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi UMKM agar mampu berkolaborasi secara profesional dengan usaha besar,” ucapnya.

Ia menambahkan, melalui kemitraan tersebut, UMKM di Sleman diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha skala kecil yang berjalan sendiri, tetapi mampu masuk dalam ekosistem industri yang lebih besar dan berkelanjutan.

“Harapannya, semakin banyak UMKM yang masuk dalam rantai pasok industri, sehingga terjadi penguatan nilai tambah dan basis produksi di dalam negeri. Pada akhirnya, kemitraan ini harus memberikan kepastian dan keuntungan yang adil, baik bagi usaha besar maupun UMKM,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: