Makna Iman di Balik Lipatan Blangkon Sleman

Sabtu 03-01-2026,11:05 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

Baginya, filosofi itu bukan sekadar pengetahuan, tetapi pengingat, bahwa seorang manusia harus berpegang teguh pada keyakinan yang ia yakini.

Ia kemudian mengangkat satu lipatan kecil yang dianggap paling penting dalam susunan itu. 

“Ini nomor 1, satu orang hidup harus pegang satu Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya pelan. 

Kalimat itu ia tuturkan seperti pesan moral yang diwariskan turun-temurun, jauh melampaui fungsi blangkon sebagai pelengkap busana.

BACA JUGA : Polresta Sleman Selidiki Keributan Parkir Condongcatur

BACA JUGA : Magnet Tradisi dari Beji Sleman, Rahasia 17 Lipatan dan Filosofi Blangkon

Baginya, selama manusia berpegang pada nilai utama itu, hidup akan menemukan jalan. 

“Tuhan yang Maha Kuasa pasti selamat. Kalau pegang satu ini, pasti selamat, jangan dilepas,” jelasnya. 

Salah satunya adalah bagian pedal dan struktur lipatan yang menjadi penanda keteguhan iman.

“Kalau pedalnya nggak ada, berarti nggak pegang,” imbuhnya. 

Bagi sang perajin, simbol itu menjadi pengingat, bahwa manusia harus selalu berpegang pada nilai utama dalam hidupnya.

BACA JUGA : Dishub Sleman Terapkan Pengawasan Ketat Bus Wisata Sekolah, Liburan Aman dengan Data Real-Time

BACA JUGA : Jeep Wisata Sleman Kini Pakai Stiker Warna, Liburan Lebih Aman

Beberapa detail lain juga tak kalah bermakna. Ia menunjukkan bagian jengger di atas blangkon, yang dalam praktik lama sering kali dimaknai sebagai lambang pengharapan keselamatan.

“Biasanya jengger satu. Biasanya cukup satu, tapi dibuat dua,” sebutnya. 

Pada beberapa model, dua jengger melambangkan hubungan spiritual antara manusia dan Tuhannya.

Kategori :