Bantuan Living Cost Mahasiswa Diperpanjang, Pemda DIY Alokasikan Rp500 Juta
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (dua dari kanan), di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (13/1/2026), menyebutkan Pemda DIY memperpanjang program bantuan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa dengan mengalokasikan anggaran Rp500 juta.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memperpanjang program bantuan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta.
Bantuan tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan studi mahasiswa agar tidak terpaksa putus kuliah akibat kendala ekonomi.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, bantuan living cost ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya telah disalurkan kepada mahasiswa penerima manfaat.
“Rp500 juta itu untuk mahasiswa. Sebelumnya kami sudah menyerahkan bantuan tahap pertama sebesar Rp300 ribu per orang per bulan selama enam bulan,” ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).
BACA JUGA : Pemda DIY Salurkan Living Cost Rp300 Ribu per Bulan untuk 1.296 Mahasiswa Sumatra
BACA JUGA : Salurkan Living Cost untuk Mahasiswa Sumatra, Sri Sultan: Jangan Sampai Putus Kuliah di Jogja
Sri Sultan menjelaskan, pada tahap lanjutan ini bantuan akan kembali diberikan kepada total 1.296 mahasiswa. Dana tersebut dapat dimanfaatkan sebagai biaya hidup selama sekitar satu hingga satu setengah bulan, tergantung pengaturan penggunaannya oleh masing-masing penerima.
“Rp300 ribu itu setiap bulan untuk living cost. Kalau Rp500 ribu bisa sekitar satu setengah bulan. Yang penting ada bantuan untuk meringankan beban,” jelasnya.
Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui Bank BPD DIY dan dikoordinasikan melalui kelompok-kelompok mahasiswa penerima. Mekanisme tersebut dinilai efektif karena telah diterapkan pada penyaluran bantuan sebelumnya.
Sri Sultan menegaskan, tujuan utama program ini adalah agar mahasiswa tetap fokus menempuh pendidikan dan tidak mengalami putus studi (drop out).
BACA JUGA : Kisah Mahasiswa Sumatra di Jogja, Bertahan Hidup dengan Bantuan Setelah Banjir
BACA JUGA : Konser Hanyengkuyung Sumatra di Maguwoharjo Galang Donasi, Surya Group Sumbang Rp 500 Juta
“Harapannya dalam enam bulan ke depan orang tua mahasiswa sudah bisa membantu kembali. Jangan sampai ada mahasiswa yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim biaya hidup,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan bahwa bantuan living cost ini juga ditujukan bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: