DIY Masih Diguyur Hujan, Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Berbagai Wilayah

Sabtu 27-12-2025,09:39 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan memicu sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat kejadian tanah longsor, gerakan tanah, pohon tumbang, hingga genangan air di sejumlah kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan bahwa saat ini DIY masih berstatus Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.

“Sejumlah wilayah di DIY masih mengalami dampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan potensi longsor. Proses penanganan dan pendataan masih terus berlangsung,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025). 

BACA JUGA : Pohon Tumbang di Samigaluh Timpa Pengendara, Warga Sedayu Meninggal Dunia

BACA JUGA : Angin Kencang Robohkan Puluhan Pohon di Sleman, Akses Pakem–Turi Sempat Terputus

Berdasarkan laporan harian Pusdalops PB BPBD DIY per Jumat (26/12/2025), status siaga darurat juga berlaku di hampir seluruh kabupaten/kota. 

Kota Yogyakarta menetapkan siaga darurat banjir, talud longsor, dan cuaca ekstrem. Kabupaten Bantul berstatus siaga darurat banjir, tanah longsor, dan angin kencang, sementara Gunungkidul menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi basah. 

Sementara Kabupaten Sleman memperpanjang status siaga darurat erupsi Gunung Merapi sekaligus siaga darurat cuaca ekstrem.

"Di Bantul, sebanyak 61 titik kejadian dampak cuaca ekstrem. Tujuh titik di antaranya merupakan gerakan tanah yang tersebar di wilayah Imogiri, Piyungan, dan Dlingo, dengan objek terdampak berupa talud, akses jalan, dan rumah warga," katanya.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Ancam Yogyakarta, BPBD Ingatkan Risiko Pohon Tumbang

BACA JUGA : Musim Hujan Mulai Intens, BPBD Yogyakarta Minta Warga Waspadai Banjir dan Pohon Tumbang

Selain itu, terdapat 54 titik pohon tumbang yang berdampak pada jalan, rumah, jaringan listrik, perkantoran, hingga area makam.

“Penanganan dilakukan bersama BPBD Bantul, relawan FPRB, TNI, Polri, Tagana, PMI, dan masyarakat setempat. Saat ini asesmen masih terus berjalan,” jelasnya. 

Sementara di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang, genangan akibat luapan sungai, serta gangguan akses jalan dan fasilitas umum. Beberapa rumah warga dan bangunan pendidikan dilaporkan mengalami genangan dan kerusakan ringan, dengan estimasi kerugian sekitar Rp900 ribu.

Kategori :