33 Kasus Campak Ditemukan di Sleman hingga Maret 2026, Dinkes: Sebagian Diduga Kasus Impor
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengimbau orang tua menjaga pola hidup bersih, gizi anak, serta melakukan vaksinasi flu tahunan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat adanya puluhan kasus campak yang terkonfirmasi di wilayahnya pada awal tahun 2026.
Meski demikian, tingginya cakupan vaksinasi campak di daerah tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan yang cukup bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, mengatakan bahwa hingga pekan ke-9 tahun 2026 terdapat ratusan laporan kasus suspek campak.
Namun dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang terkonfirmasi sebagai kasus positif.
“Namun itu masih suspek, ya, suspek campak. Kalau yang positif campak ada 33 kasus,” katanya, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa data tersebut merupakan laporan sementara yang dihimpun hingga Maret 2026.
BACA JUGA : Kasus ISPA Naik di Awal Puasa, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Warga Jaga Imunitas
Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan keakuratan data kasus yang dilaporkan.
“Tidak, ini data tahun 2026. Namun memang perlu dicek kembali. Data ini sampai minggu ke-9 tahun ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa secara umum kondisi perlindungan masyarakat Sleman terhadap campak sebenarnya cukup baik.
Hal ini terlihat dari tingginya cakupan vaksinasi campak yang telah melampaui standar minimal yang ditetapkan dalam program imunisasi nasional.
Menurutnya, cakupan vaksinasi campak di Kabupaten Sleman saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mendapatkan imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: