Aksi Bisu PNIB di Tugu Jogja, Serukan Perdamaian dan Yogyakarta Anti Intoleransi
PNIB menggelar aksi bisu dan membagikan 1.945 takjil di Tugu Yogyakarta, Senin (9/3/2026), sebagai seruan perdamaian serta deklarasi Yogyakarta anti intoleransi, radikalisme, dan politik identitas.--dok. PNIB
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Organisasi masyarakat kebhinekaan lintas agama, budaya, dan tradisi Penjuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menggelar aksi bisu sekaligus berbagi takjil di kawasan Monumen Tugu Yogyakarta, Senin (9/3/2026).
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta membentangkan spanduk berisi pesan perdamaian, persaudaraan, moderasi beragama, serta ajakan untuk kembali kepada jati diri bangsa.
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, mengatakan aksi digelar di kawasan Tugu Yogyakarta karena lokasi tersebut memiliki nilai historis sekaligus menjadi simbol kota Yogyakarta.
Mereka mendeklarasikan seruan “Yogyakarta Anti Intoleransi, Anti Radikalisme, Anti Khilafah, Anti Terorisme, Anti Politik Identitas, dan menjadikan Yogyakarta aman, damai, serta tenteram”.
BACA JUGA : Warga Ikuti Kirab Merah Putih, PNIB Serukan Tolak Reuni 212
BACA JUGA : Ribuan Orang Meriahkan Kirab Merah Putih di Malioboro, Serukan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional
“Aksi ini kita lakukan di Tugu Jogja dengan harapan pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh masyarakat Yogyakarta pada khususnya dan rakyat Indonesia di mana pun berada, mengingat Tugu Jogja merupakan simbol ikonik dari Jogja itu sendiri dan saksi sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Gus Wal.
Dia juga menyoroti sejumlah kasus intoleransi yang belakangan terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, fenomena tersebut harus dilawan dengan gerakan damai dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Kasus intoleransi yang belakangan terjadi bahkan sudah mengarah kepada oknum aparat sebagai pelaku. Penembakan, penganiayaan warga kita lawan dengan seruan aksi damai. Dari Yogyakarta kita serukan perdamaian hingga di penjuru negeri,” katanya.
Gus Wal juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh konflik atau pertikaian yang terjadi di luar negeri dan lebih fokus pada penguatan persatuan bangsa.
BACA JUGA : Aksi Damai Forum BEM DIY di Malioboro, Desak Reformasi Total Polri dan Tolak UU Disinformasi
BACA JUGA : Aksi di Mapolda DIY Selasa Malam Ricuh, Polisi Sempat Amankan Tiga Mahasiswa
“Jangan terbawa isu pertikaian di Timur Tengah. Kita fokus kepada persoalan bangsa dengan mempererat persatuan dan kesatuan,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, PNIB juga membagikan sebanyak 1.945 paket takjil kepada masyarakat sebagai simbol semangat kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: