Mogok Buruh PT Taru Martani Berakhir, Pekerja Menang Setelah Kesepakatan Bersama
Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsyad Ade Irawan, memimpin aksi solidaritas pekerja saat mogok kerja buruh PT Taru Martani di Yogyakarta.--Foto: IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aksi mogok kerja yang dilakukan para pekerja di PT Taru Martani akhirnya berakhir setelah tercapainya kesepakatan bersama antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada Senin (10/3/2026) setelah melalui proses perundingan yang difasilitasi oleh instansi ketenagakerjaan.
Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Irsyad Ade Irawan, menyatakan bahwa perjuangan kolektif para pekerja berhasil membuahkan hasil yang positif.
Ia menilai kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas buruh mampu memperjuangkan hak-hak mereka secara konstruktif.
“Bersama ini kami menyampaikan bahwa aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para pekerja/buruh telah membuahkan hasil dan berakhir dengan kemenangan perjuangan pekerja/buruh,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2026).
Menurutnya, kesepakatan bersama tersebut ditandatangani antara Direksi PT Taru Martani dan Serikat Pekerja Tarumartani setelah melalui rangkaian proses konsolidasi pekerja dan perundingan yang cukup panjang.
BACA JUGA : THR 2026 Terancam Tak Cair? MPBI DIY Siap Dampingi Pekerja hingga Dibayar
BACA JUGA : Pekerja PT Taru Martani Akan Mogok 3 Hari, MPBI DIY Desak Dialog Terbuka
Proses tersebut juga difasilitasi oleh instansi ketenagakerjaan guna mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak.
Ia menjelaskan bahwa kesepakatan ini menjadi momentum penting bagi para pekerja dalam memperjuangkan hak dan martabat mereka di tempat kerja.
“Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan soliditas pekerja/buruh dalam memperjuangkan haknya dapat menghasilkan yang positif, konstruktif, dan menghadirkan keadilan di tempat kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan kemenangan dari perjuangan kolektif para pekerja yang berdiri bersama dalam mempertahankan hak-haknya.
Ia menilai persatuan pekerja menjadi kunci utama dalam mencapai hasil tersebut.
“Kami menegaskan hasil ini merupakan kemenangan perjuangan kolektif para pekerja/buruh yang berdiri bersama mempertahankan hak, martabat, dan keadilan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: