BPBD DIY Teliti Penyebab Tanah Bergerak di Bantul, Apakah Faktor Alam?
BPBD DIY bersama BPBD Bantul dan BPPTKG meneliti penyebab fenomena tanah bergerak di Bantul yang merusak belasan rumah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, pada Jumat Jumat (27/2/2026) malam.--dok. BPBD DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah melakukan kajian untuk memastikan penyebab fenomena tanah bergerak yang berdampak pada belasan rumah di wilayah Kabupaten Bantul.
Kajian tersebut dilakukan bersama BPBD Bantul dan tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan kejadian tanah bergerak tersebut sebelumnya dilaporkan oleh BPBD Bantul setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut pada akhir Februari lalu.
“Ini memang sudah dilaporkan dari BPBD Bantul, kejadiannya 26 Februari. Karena curah hujan yang tinggi kemudian memang terjadi pergerakan tanah,” ungkap Ruruh saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/3/2026).
BACA JUGA : Pergerakan Tanah di Pajangan Bantul Rusak 20 Rumah
BACA JUGA : Jalur Clongop Gunungkidul Longsor Lagi, Retakan Tanah Capai 50 Meter
Menurutnya, tim gabungan akan melakukan assessment lapangan guna memastikan penyebab pasti fenomena tersebut secara ilmiah.
“Nanti kemudian didalami dengan kajian, kira-kira permasalahan atau penyebabnya apa. Supaya dari sisi ilmiah itu bisa kita pertanggungjawabkan dan juga nanti kita bisa memetakan mana yang merupakan kawasan rawan pergerakan tanah,” ujarnya.
Dari data awal yang diterima, sedikitnya satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara sekitar 19 rumah lainnya terdampak cukup serius akibat pergerakan tanah tersebut.
“Kalau saya tidak salah, satu rumah rusak parah, kemudian yang sekitar 19 juga lumayan parah,” katanya.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, warga yang tinggal di rumah terdampak saat ini telah diungsikan sementara.
BACA JUGA : Waspada Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Tol Prambanan - Purwomartani Dibuka 16 - 29 Maret
BACA JUGA : Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Rumah Warga Rusak dan Tebing Longsor di Prambanan
Ruruh menjelaskan, penelitian tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Bantul yang dilaporkan mengalami fenomena serupa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: