Disperindag Sleman Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari menyampaikan kondisi stok bahan pokok menjelang Idul Fitri saat jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman juga memastikan harga sejumlah komoditas utama masih relatif stabil berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar rakyat dan distributor.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan stok serta perkembangan harga komoditas strategis menjelang momentum Lebaran.
Hal tersebut disampaikan Dwi saat kegiatan jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).
“Menjelang Idul Fitri, kami memastikan ketersediaan bahan pokok di Sleman dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasca-Lebaran,” katanya.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkala terhadap pedagang besar, distributor, maupun pasar rakyat yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman.
BACA JUGA : Kadin–Disperindag Sleman Dorong Investasi Berbasis Lokal, Sleman Utara Jadi Kawasan Ekonomi Baru
BACA JUGA : Pasar Godean Diproteksi, Disperindag Sleman Pastikan Hanya 289 Pedagang Pelasaran Aktif
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan permintaan masyarakat menjelang hari raya.
Berdasarkan hasil pemantauan Disperindag terhadap stok bahan pokok pada Februari 2026, sejumlah komoditas utama masih memiliki ketersediaan yang mencukupi.
Komoditas tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, bawang merah, bawang putih, kacang tanah, hingga tepung terigu.
Untuk komoditas beras medium misalnya, tercatat memiliki stok awal sebanyak 515 kilogram dengan tambahan pasokan 1.045 kilogram.
Dengan demikian, total stok yang tersedia mencapai 1.560 kilogram.
Setelah dilakukan penyaluran, sisa stok beras medium masih mencapai sekitar 2.010 kilogram.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: