Megawati Soekarnoputri Kritik Generasi Muda soal Pemahaman Sejarah dan Nasionalisme

Rabu 01-10-2025,19:38 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya nasionalisme, peran generasi muda, serta pemberdayaan perempuan di tengah tantangan zaman dan globalisasi.

Megawati menyoroti kurangnya pemahaman sejarah dan nasionalisme di kalangan anak muda. 

Ia menyayangkan banyak mahasiswa yang tidak mengetahui sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa penting seperti Puputan Margarana dan pengorbanan para pahlawan tak dikenal.

“Saya sampai menangis ketika mengunjungi Taman Makam Pahlawan dan melihat nisan-nisan tanpa nama. Apakah kalian tahu siapa mereka? Mereka rela mati demi kemerdekaan, tanpa pamrih,” ujar Megawati di Balai Senat, Kantor Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/10/2025). 

BACA JUGA : Megawati Tanam Pohon Bodhi di UGM, Penyerap Karbon Tinggi untuk Lawan Perubahan Iklim

BACA JUGA : Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati, Pengamat Politik UGM Sebut Negosiasi Pasca Pemilu

Ia juga mempertanyakan apakah generasi muda saat ini siap membela tanah air jika negara terancam. 

“Kalian pintar, tapi kosong. Tak ada tetesan darah dan air mata para pejuang dalam dada kalian,” katanya. 

Sebagai tokoh perempuan pertama yang memimpin Indonesia, Megawati juga menyinggung masih adanya stigma terhadap perempuan dalam dunia politik dan kepemimpinan.  Ia mendorong perempuan untuk percaya diri dan aktif berkontribusi dalam membangun bangsa.

“Saya ini Presiden perempuan. Tapi masih banyak yang sinis. Padahal konstitusi kita jelas, laki-laki dan perempuan punya hak yang sama. Jangan mau diremehkan!” ucapnya.

BACA JUGA : Rangkaian Peringatan HUT Ke-78 Megawati, DPC PDI Perjuangan Gelar Kegiatan Resik-Resik Kali Code

BACA JUGA : Megawati Pengawal Konstitusi: Perjuangan seorang Ibu yang Tak Kunjung Usai

Ia bahkan menyebut bahwa dirinya memiliki kemampuan “photographic memory” dan tidak kalah dari para akademisi yang kerap meremehkan peran politisi, khususnya perempuan.

Isu perubahan iklim dan geopolitik juga menjadi bagian penting dari pernyataan Megawati. Ia mendorong agar anak muda memahami isu global warming, geopolitik, dan kedaulatan pulau-pulau Indonesia.

Megawati juga menyinggung soal Timor Gap dan klaim Australia atas sumber daya minyak di kawasan tersebut. Menurutnya, anak muda harus kritis terhadap narasi asing yang mengancam kedaulatan bangsa.

Kategori :