Megawati Tanam Pohon Bodhi di UGM, Penyerap Karbon Tinggi untuk Lawan Perubahan Iklim

Megawati Tanam Pohon Bodhi di UGM, Penyerap Karbon Tinggi untuk Lawan Perubahan Iklim

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Seokarnoputri melakukan, melakukan penanaman pohon bodhi di halaman gedung Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/10/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Seokarnoputri melakukan penanaman pohon bodhi di halaman gedung Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/10/2025). 

Penanaman pohon tersebut bagian dari kegiatan Sinergi UGM dan BRIN melalui workshop pengelolaan biodiversitas dan penguatan hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk masa depan berkelanjutan di Balai Senat, Kantor Pusat UGM. 

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menjelaskan bahwa pemilihan pohon bodhi bukan tanpa alasan, pohon yang dikenal sebagai simbol pencerahan dalam ajaran Buddha ini dipilih bukan hanya karena nilai spiritualnya, tetapi juga kontribusinya terhadap lingkungan.

Pohon ini memiliki sejarah spiritual yang kuat, terutama dalam ajaran Buddha, karena di bawah pohon inilah Siddhartha Gautama mencapai pencerahan dan menjadi Buddha.

BACA JUGA : Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati, Pengamat Politik UGM Sebut Negosiasi Pasca Pemilu

BACA JUGA : Rangkaian Peringatan HUT Ke-78 Megawati, DPC PDI Perjuangan Gelar Kegiatan Resik-Resik Kali Code

“Pohon bodhi ini mengandung banyak makna. Nama ilmiahnya saja Ficus religiosa, sudah menunjukkan sisi religiusnya. Bagi umat Buddha, pohon ini sangat sakral. Bahkan umat Hindu juga menganggapnya sebagai representasi dari dewa-dewa mereka,” ujar Sigit.

Lebih dari sekadar simbol spiritual, pohon bodhi juga memiliki manfaat ekologis yang luar biasa. Sigit menjelaskan bahwa pohon ini tergolong spesies yang tumbuh cepat di Indonesia. 

Menurutnya, tajuknya yang rindang menjadikannya tempat berteduh yang ideal sekaligus penghasil oksigen dalam jumlah besar. 

Selain itu, pohon bodhi memiliki kemampuan menyimpan karbon dalam jumlah signifikan, menjadikannya elemen penting dalam mitigasi perubahan iklim.

BACA JUGA : Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Jogja, Ada Sosok Seniman Ini yang Berjasa

BACA JUGA : Pakar Politik UGM: Program MBG Harus Diperbaiki, Bukan Proyek Bancakan

“Kalau bicara karbon, emisi, dan perubahan iklim, pohon ini sangat relevan. Karena pertumbuhannya cepat, maka serapan karbonnya juga tinggi. Ini penting dalam konteks krisis iklim saat ini,” jelasnya.

Dari segi ekonomi, kayu pohon bodhi termasuk kelas ringan sehingga lebih cocok digunakan untuk kerajinan seperti topeng, bukan untuk konstruksi bangunan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: