Resto Legendaris Hingga Kuliner Hidden Gem Ini Jadi Daftar Destinasi Kuliner Ikonik di Cikini

Resto Legendaris Hingga Kuliner Hidden Gem Ini Jadi Daftar Destinasi Kuliner Ikonik di Cikini

Bubur Cikini H.R. Sulaiman--

diswayjogja.id – Jakarta mungkin dikenal sebagai kota metropolitan yang terus tumbuh dengan gedung-gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern yang megah. Namun, di tengah hiruk-pikuk industrialisasi tersebut, terdapat beberapa kawasan yang seolah menolak untuk tunduk pada waktu. Cikini, sebuah kelurahan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, adalah salah satu contoh nyata di mana sejarah, budaya, dan tradisi berkumpul menjadi satu. Kawasan ini bukan hanya menjadi saksi bisu perkembangan seni melalui kehadiran Taman Ismail Marzuki, tetapi juga menjadi tempat bernaungnya berbagai resep pusaka yang telah bertahan selama lintas generasi.

Berjalan menyusuri trotoar Cikini memberikan sensasi nostalgia yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Di sisi jalan, bangunan-bangunan tua dengan arsitektur kolonial masih berdiri kokoh, bersanding harmonis dengan kedai-kedai kopi modern dan restoran kekinian. Fenomena ini menciptakan karakter lingkungan yang unik, di mana aroma kopi yang baru disangrai bercampur dengan wangi bumbu sate yang dibakar di atas arang. Bagi para pencinta kuliner, Cikini adalah sebuah peta harta karun yang setiap titiknya menawarkan pengalaman sensorik yang berbeda dan mendalam.

Dalam beberapa tahun terakhir, Cikini kembali naik daun sebagai destinasi favorit bagi kaum muda maupun keluarga untuk menghabiskan waktu luang. Daya tarik utamanya terletak pada konsistensi rasa yang ditawarkan oleh para pelaku kuliner di sana. Banyak tempat makan yang sudah beroperasi sejak era kemerdekaan hingga tahun 90-an tetap mempertahankan cara memasak tradisional mereka. Hal inilah yang membuat pengunjung selalu kembali; bukan sekadar untuk mengejar rasa kenyang, melainkan untuk mencicipi kembali memori masa lalu yang tetap terjaga keasliannya.

Untuk mengeksplorasi seluruh kekayaan rasa di kawasan ini, diperlukan panduan yang jeli agar tidak melewatkan setiap detail kelezatannya. Dari kedai bubur yang menjadi primadona sarapan pagi hingga warung nasi padang yang menemani hingga tengah malam, Cikini memiliki segalanya untuk memuaskan hasrat gastronomis Anda. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 20 destinasi kuliner yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan Anda saat berada di Menteng dan sekitarnya.

BACA JUGA : Ngabuburit Seru, Ini Daftar Rekomendasi Kafe Pet-Friendly Pilihan di Jakarta

BACA JUGA : Yuk Simak Rekomendasi Bar Unggulan di Jakarta, Cek Informasi Selengkapnya Disini

Bubur Cikini H.R. Sulaiman

Memulai hari di Cikini paling tepat dilakukan di kedai Bubur H.R. Sulaiman. Berdiri sejak dekade 1960-an, bubur ini dikenal dengan gaya Tionghoa yang khas, yakni disajikan tanpa kuah kuning. Meskipun demikian, gurihnya tetap terasa sangat alami. Keistimewaan utamanya adalah opsi penambahan kuning telur ayam kampung mentah yang diletakkan di tengah panasnya bubur, menciptakan tekstur kental yang mewah di mulut.

Jam Operasional: 06.00 – 23.00 WIB.

Nasi Uduk Gondangdia

Sejak tahun 1993, tempat ini menjadi rujukan utama bagi penyuka nasi uduk di Jakarta Pusat. Keunikannya terletak pada kemasannya yang menggunakan daun pisang berbentuk kerucut yang tajam. Aroma daun yang terpapar nasi panas menciptakan wangi yang sangat menggugah selera. Pengunjung bebas memilih aneka lauk gorengan dengan pendamping sambal kacang yang legit.

Jam Operasional: 10.00 – 23.00 WIB.

Mie Ayam Gondangdia

Kedai mi ini adalah salah satu yang tertua di kawasan Menteng. Menyajikan mi dengan tekstur keriting yang halus, berpadu dengan potongan ayam dan jamur yang berbumbu gurih-manis. Meski banyak kedai mi modern bermunculan, Mie Ayam Gondangdia tetap menjadi juara di hati pelanggan setianya berkat konsistensi resep turun-temurunnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait