Berikut Tempat Wisata yang Menjadi Saksi Bisu Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta

Minggu 20-10-2024,10:50 WIB
Reporter : Yuni Khaerunisa
Editor : Syamsul Falaq

5. Pasar Beringharjo

Kawasan yang dahulunya sebagai hutan beringin menjelma sebagai pusat ekonomi setelah berdirinya Keraton Yogyakarta.

Pasar yang dikenal Pasar Beringharjo ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada 24 Maret 1929.

Selain berbelanja batik, pasar ini juga bisa menjadi tempat wisata alternatif untuk mengenak sejarah berdirinya Kota Yogyakarta.

6. Keraton Yogyakarta

Bangunan yang diapit dua alun-alun ini merupakan rancangan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dengan modelnya yang terpengaruh dari Eropa yakni Portugis, Belanda, serta dari Asia Timur yaitu China.

Keraton Yogyakarta ini terdiri dari bagian yaitu bagian depan, komplek inti, serta komplek belakang keraton.

Komplek depan terdiri dari Alun-alun Utara dan Masjid Gedhe, komplek inti terdiri dari tujuh rangkaian plataran dari Alun-alun utara hingga selatan, komplek belakang terdiri dari Alun-aun kidul dan plengkung nirbaya.

7. Petirtaan Tamansari

Tempat ini dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I yaitu sekitar abad ke-17, dahulunya merupakan istana air dipakai untuk pemandian keluarga raja dan tempat perlindungan keluarga Sri Sultan dari musuh.

Saat ini, tempat ini masuk dalam salah satu tempat wisata favorit wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

BACA JUGA : Mengenal Sekar Jagad: Motif Batik Yogyakarta yang Memiliki Keindahan dan Keunikan

BACA JUGA : Menarik Dikunjungi, Berikut 3 Museum Dalam Kampus Perguruan Tinggi Yogyakarta

8. Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Museum ini memiliki 23 koleksi kereta kuda, 18 di antaranya masih digunakan untuk kepentingan upacara kebesaran keraton. Sedangkan, 5 kereta lainnya dipamerkan saja mengingat usianya yang sudah tua.

Dalam museum ini ada kereta yang usianya paling tua. Kereta tersebut yaitu Kanjeng Nyai Jimad yang dibuat pada tahun 1750.

Kategori :