Sleman Fokus Benahi Data dan Pemerataan Pendidikan 2026

Sleman Fokus Benahi Data dan Pemerataan Pendidikan 2026

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, saat ditemui awak media, Jumat (9/1/2026). --Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menggeser fokus kebijakan pendidikan menuju pembenahan sistem berbasis data pada tahun 2026. 

Alih-alih sekadar pembangunan fisik, Dinas Pendidikan Sleman menekankan pentingnya pendataan yang lebih mutakhir sebagai fondasi pemerataan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, mengatakan arah kebijakan pendidikan ke depan dirancang untuk menjawab persoalan mendasar yang selama ini kerap luput dari perhatian, yakni ketepatan data sarana prasarana dan sumber daya manusia di satuan pendidikan.

“Secara umum, Sleman ke depan tentu ingin menjadi lebih baik,” katanya saat ditanyai mengenai hal-hal yang akan dimaksimalkan pada tahun 2026, Jumat (9/1/2025). 

Menurutnya, perbaikan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari validitas data. 

Tanpa data yang akurat, perencanaan program, distribusi anggaran, hingga penempatan guru berpotensi tidak tepat sasaran. 

BACA JUGA : PSS Sleman Evaluasi Menit Awal Jelang Laga Kontra PSIS Semarang

BACA JUGA : Natal 2025 Jadi Alarm Ketahanan Keluarga Sleman

Karena itu, Dinas Pendidikan Sleman menjadikan pembaruan pendataan sebagai langkah awal yang krusial.

“Oleh karena itu, kami dari dinas terus berupaya melakukan perbaikan, mulai dari pendataan sarana dan prasarana yang lebih mutakhir,” ujarnya.

Pendataan tersebut mencakup kondisi bangunan sekolah, ruang kelas, hingga fasilitas pendukung pembelajaran. 

Data yang diperbarui secara berkala diharapkan dapat menggambarkan kondisi riil sekolah-sekolah di Sleman, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun pinggiran.

Selain infrastruktur, Dinas Pendidikan Sleman juga memprioritaskan pendataan sumber daya manusia. 

Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada ketersediaan dan pemerataan guru serta tenaga kependidikan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: