Bupati Bantul Pastikan Inflasi Masih Terkendali, Ketersediaan Komoditas Strategis Surplus

Bupati Bantul Pastikan Inflasi Masih Terkendali, Ketersediaan Komoditas Strategis Surplus

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan keterangan pers usai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kompleks Perkantoran Pemkab Bantul, Rabu (12/11/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, memastikan kondisi inflasi di wilayahnya masih dalam taraf wajar dan tidak membebani masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat ditemui media, Rabu (12/11/2025) saat ditanyai mengenai evaluasi stabilitas ekonomi daerah.

Menurutnya, inflasi sejatinya merupakan kenaikan harga barang dan jasa yang wajar dalam dinamika ekonomi. 

Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut perlu dikendalikan agar tidak melebihi daya beli masyarakat.

“Inflasi itu kan kenaikan harga-harga barang dan jasa, itu yang disebut inflasi. Kalau kenaikan harga ini terjadi di luar kemampuan atau daya beli masyarakat, tentu harus dicegah. Itu yang jangan sampai terjadi,” katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan indikator ekonomi yang disampaikan dalam forum, tingkat inflasi Kabupaten Bantul masih stabil dan tidak menimbulkan gejolak ekonomi. 

BACA JUGA : Menteri PKP Tinjau 44 Unit Rusun ASN Kejati DIY Soroti APBN 105 Triliun, SDM 356 Orang dan Dampak Ekonomi

BACA JUGA : UMKM Mikro Sleman Jadi Tulang Punggung Ekonomi, 321 Ribu Tenaga Kerja Terlibat

Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau harga kebutuhan pokok dan pasokan barang untuk menjaga keseimbangan pasar.

“Dari berbagai indikator yang tadi disampaikan dalam forum, inflasi di Kabupaten Bantul masih berada pada tingkat yang wajar, tidak sampai memberatkan masyarakat, dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kunci utama pengendalian inflasi di Bantul adalah terjaminnya ketersediaan komoditas strategis. 

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 12 komoditas utama yang neraca ketersediaannya menunjukkan surplus, mulai dari beras, cabai, hingga telur ayam ras.

“Hal ini karena ketersediaan komoditas strategis di Bantul tercapai dengan baik. Ada 12 komoditas strategis di Bantul, dan neraca ketersediaannya menunjukkan surplus,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi surplus ini menjadi faktor penting yang menahan laju inflasi daerah agar tetap stabil. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: