Keracunan MBG Bantul, Dua Dapur Ditutup dan Pengawasan Diperketat

Keracunan MBG Bantul, Dua Dapur Ditutup dan Pengawasan Diperketat

Ilustrasi penanganan kasus dugaan keracunan makanan program MBG di Bantul yang menyebabkan dua dapur dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.--Foto: Int

BACA JUGA : Menu MBG Ramadan di DIY Disorot Warganet, Sri Sultan Minta Evaluasi dan Transparansi Harga

BACA JUGA : Ratusan Mahasiswa Demo di DPRD DIY, Tuding MBG Jadi Proyek dan Minta Reformasi Kepolisian

Sama seperti dapur sebelumnya, operasional SPPG ini juga dihentikan sementara.

“Nanti operasinya menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional,” ucapnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srihardono 1, Septyanto, memastikan dapur yang dikelolanya belum kembali beroperasi hingga saat ini.

“Kita sedang tunggu hasil lab, saat ini dapur berhenti beroperasi dan belum tahu sampai kapan,” tuturnya.

Penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan yang disalurkan kepada para siswa. 

Pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat mengungkap sumber pasti penyebab keracunan yang sebelumnya terjadi.

BACA JUGA : MBG Selama Ramadan Berpotensi Tumpang Tindih, Akademisi Usulkan Realokasi Anggaran

BACA JUGA : Bolen dan Roti Jamuran, Puluhan Wali Murid Keluhkan Menu MBG Ramadan SPPG Gandasuli Brebes

Seiring dengan kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul juga mulai menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi makanan dalam program MBG. 

Salah satu fokus utama adalah memperketat pengawasan di tingkat kapanewon.

Selama ini, pengawasan program MBG di tingkat wilayah masih mengandalkan satuan tugas dengan jumlah terbatas. 

Kondisi tersebut dinilai belum optimal dalam menjangkau seluruh proses distribusi makanan, mulai dari dapur hingga ke sekolah penerima.

“Nanti kalau kapanewon mau ngawasi jadi bisa serempak atau bareng. Kan selama ini kalau yang ngawasi satgas tingkat kapanewon dan jumlahnya tidak banyak. Jadi, ke depan pengawasan bersama jajaran kapanewon,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: