Bertemu Sri Sultan, Wamenkes RI Beberkan Alasan DIY Diawasi Stunting dan TBC

Bertemu Sri Sultan, Wamenkes RI Beberkan Alasan DIY Diawasi Stunting dan TBC

Usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri), Kamis (29/1/2026), Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus (kanan) menegaskan pentingnya kerja lintas sektor dan dukungan pemerintah daerah dalam akselerasi program kesehatan nasional.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

Menanggapi pertanyaan apakah DIY termasuk daerah dengan kasus TBC tertinggi, Benjamin menegaskan bahwa Yogyakarta tidak masuk dalam wilayah dengan prevalensi TBC tertinggi.

“Tidak, justru DIY tidak termasuk daerah tertinggi. Daerah tertinggi itu Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan NTT,” terangnya.

BACA JUGA : TBC Masih Mengganas, 1.161 Kasus Ternotifikasi di Kota Yogyakarta Sepanjang 2025

BACA JUGA : Belum Ada Kasus, Pemda DIY Tetap Waspada Ancaman Virus Nina

Meski demikian, DIY tetap menjadi perhatian karena posisinya sebagai daerah perlintasan dan destinasi wisata yang memiliki mobilitas tinggi.

“Jogja ini tempat perlintasan. Orang Jawa Tengah banyak berwisata ke sini. Karena penyakit infeksi menular dari orang ke orang, maka tempat pertukaran transportasi yang tinggi seperti Jogja harus diawasi,” tutup Benjamin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: