429 Kasus TBC Terdeteksi, Dinges Kulon Progo Masih Kejar Ratusan Kasus Tersembunyi
Kegiatan Active Case Finding (ACF) dan pemeriksaan kesehatan gratis jemput bola di Kalurahan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1/2026), digencarkan untuk menekan penyebaran TBC dan mengejar target eliminasi pada 2027.--dok. Pemkab KP
KULON PROGO, diswayjogja.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo akan menghitung ulang kebutuhan anggaran untuk mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC), langkah ini dilakukan karena capaian penemuan kasus hingga akhir 2025 baru mencapai 44 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Dinkes Kulon Progo, RR. Susilaningsih, mengatakan pihaknya akan menyusun ulang strategi untuk meningkatkan penemuan kasus TBC sekaligus mengajukan tambahan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Pemerintah Pusat.
“Kita akan menyusun ulang strategi untuk meningkatkan penemuan kasus TBC. Capaian penemuan kasus baru 44 persen, sehingga membutuhkan dukungan dana untuk optimalisasi penanganan,” katanya di Kalurahan Sentolo, Kamis (29/1/2026).
Meski petugas puskesmas telah melakukan pelacakan kontak secara masif, Susilaningsih mengakui masih terdapat berbagai kendala teknis dan sosial di lapangan. Secara ideal, satu pasien positif TBC harus diikuti pelacakan terhadap delapan hingga sepuluh kontak erat, baik keluarga serumah maupun rekan kerja.
BACA JUGA : Bertemu Sri Sultan, Wamenkes RI Beberkan Alasan DIY Diawasi Stunting dan TBC
BACA JUGA : Wamenkes: Jogja Jadi Contoh Penanganan TBC Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor
Namun, rendahnya angka penemuan kasus dipengaruhi kualitas sampel dahak yang kurang baik saat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan rontgen, serta stigma sosial yang masih melekat pada penderita TBC.
“Masyarakat masih menganggap TBC sebagai aib karena takut dikucilkan. Padahal, TBC disebabkan bakteri dan bisa disembuhkan total,” ujarnya.
Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 429 kasus TBC di Kulon Progo, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah Wates dan Sentolo. Dinkes memperkirakan masih ada ratusan kasus lain yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan penyakit di masyarakat.
Untuk mengejar target tahun 2026, Dinkes Kulon Progo akan mengintensifkan Investigasi Kontak (IKA) dengan melibatkan perguruan tinggi. Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis secara jemput bola akan dilakukan langsung ke rumah warga guna mengatasi kendala waktu serta meningkatkan partisipasi masyarakat.
BACA JUGA : Kasus DBD di Kota Yogyakarta Turun, Dinkes Tetap Waspada Wilayah Endemis Dengue
BACA JUGA : Super Flu Tak Sebahaya COVID-19, Dinkes Yogyakarta Tekankan PHBS dan Istirahat Cukup
Upaya percepatan penemuan kasus ini diperkuat melalui peluncuran kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus.
Wamenkes Benjamin menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia. Di Kulon Progo sendiri, terdapat sekitar 429 kasus yang terdeteksi, namun diperkirakan masih ada sekitar 400 kasus lain yang belum ditemukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: