Bantul Pacu Pendapatan Petani Lewat Gabah dan Jagung
Seorang pejabat KabupatenBupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan strategi peningkatan pendapatan petani melalui kenaikan harga gabah dan jagung--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id – Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan sektor pertanian sebagai faktor utama dalam meningkatkan kemakmuran rakyat.
Dukungan kebijakan nasional dan program daerah menjadi instrumen strategis untuk memastikan pendapatan minimal bagi petani sekaligus mendorong produktivitas pertanian.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menekankan pentingnya peran sektor pertanian bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kemakmuran daerah tidak bisa lepas dari upaya memaksimalkan potensi pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.
“Sektor pertanian harus menjadi faktor utama kemakmuran rakyat,” ujarnya, Senin (12/1/2026). Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi lokal harus berlandaskan penguatan usaha tani.
BACA JUGA : Warga Bangunjiwo Bantul Geger, Ular Sowo Ditemukan di Pekarangan Rumah
BACA JUGA : Gaji Guru P3K Paruh Waktu Bantul Disamakan dengan UMK Mulai Januari 2026
Upaya pemerintah pusat juga menjadi pendukung penting.
Kebijakan Presiden menaikkan harga beli gabah di tingkat petani bertujuan untuk menjaga kestabilan ekonomi petani dan memberikan nilai tambah bagi produksi pertanian.
Hal ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian.
“Presiden melalui berbagai kebijakan telah menaikkan harga beli gabah di tingkat petani,” ucapnya.
Kenaikan harga beli gabah menjadi instrumen langsung untuk mengurangi risiko kerugian petani akibat fluktuasi harga pasar, terutama pada musim panen raya.
BACA JUGA : Bantul Maksimalkan P2BMP untuk Program Pengentasan Kemiskinan
BACA JUGA : Kalurahan Bantul Fokus 40% P2BMP untuk Pengentasan Kemiskinan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: