Bantul Pacu Pendapatan Petani Lewat Gabah dan Jagung
Seorang pejabat KabupatenBupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan strategi peningkatan pendapatan petani melalui kenaikan harga gabah dan jagung--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Selain itu, program kerja jagung dilaksanakan untuk memastikan pendapatan minimal bagi petani yang mengolah lahan mereka.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis yang mengkombinasikan dukungan kebijakan dan mekanisme pasar untuk menciptakan jaring pengaman ekonomi bagi petani.
“Kerja jagung dilakukan untuk menjamin pendapatan minimal petani dari kerja-kerja para petani di sektor pertanian,” tuturnya.
Meskipun kebijakan ini mulai menunjukkan hasil positif, pejabat tersebut menegaskan bahwa langkah ini masih belum cukup.
Diversifikasi usaha tani, peningkatan mekanisasi, serta penguatan kelembagaan kelompok tani tetap diperlukan agar manfaat program lebih merata dan berkelanjutan.
BACA JUGA : Bantul Perkuat Akuntabilitas Keuangan Kalurahan 2026 di Tengah Penurunan Fiskal
BACA JUGA : Bantul Perkuat Layanan Kesehatan di Tengah Tekanan Fiskal, Andalkan KRIS dan Kolaborasi RS Swasta
Pendekatan holistik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas peluang usaha bagi petani, seperti jasa pengolahan lahan, penyimpanan hasil panen, dan pengembangan komoditas tambahan.
Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Pendapatan petani yang meningkat berarti kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Ini adalah indikator nyata keberhasilan pembangunan pertanian di Bantul,” ujarnya.
Dengan kombinasi kebijakan harga gabah, program kerja jagung, dan strategi diversifikasi, Bantul optimistis sektor pertanian akan terus tumbuh dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: