Bantul, Pintu Gerbang Kebudayaan Istimewa: Festival Kethoprak Dorong Pelestarian Nilai Sosial dan Pendidikan
Pertunjukan kethoprak tradisional dalam Festival Kethoprak Bantul 2025 di Kalurahan Wijirejo, simbol pelestarian budaya dan penyebaran nilai sosial masyarakat.--Foto: HO (Humas Pemkab Bantul)
BANTUL, diswayjogja.id - Penetapan Kabupaten Bantul sebagai Pintu Gerbang Kebudayaan Istimewa oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menegaskan posisi strategis daerah ini dalam pelestarian warisan budaya Jawa.
Status ini terkait dengan peran sejarah Bantul sebagai cikal bakal Kerajaan Mataram dan lokasi berbagai peristiwa perjuangan penting di masa lalu.
“Bantul kaya akan warisan budaya, termasuk seni kethoprak. Festival kethoprak yang baru saja digelar adalah salah satu upaya nyata untuk melestarikan kebudayaan tersebut,” kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Selasa (30/9/2025).
Ia menekankan, pengakuan sebagai Pintu Gerbang Kebudayaan Istimewa membawa tanggung jawab lebih bagi pemerintah dan masyarakat.
“Mari kita kembangkan kethoprak bersama-sama agar menjadi sarana penyebaran nilai-nilai positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bupati, media kethoprak dapat menyampaikan ajaran-ajaran baik yang mendukung pendidikan warga sehingga lahir generasi yang cerdas, guyub rukun, dan produktif.
BACA JUGA : Pameran Sejarah Pangastho Aji di Keraton Yogyakarta, Warisan Budaya Sri Sultan HB VIII
BACA JUGA : Bupati Sleman Kukuhkan Bunda Literasi, Budaya Membaca Harus Tumbuh dari Rumah
Ia menambahkan, festival kethoprak bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga instrumen pendidikan budaya dan sosial.
“Melalui kethoprak, masyarakat dapat belajar tentang sejarah lokal, nilai moral, dan kebersamaan. Generasi muda pun bisa lebih menghargai warisan budaya mereka sendiri,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi pelestarian budaya, festival ini melibatkan seniman lokal dan keluarga S. H. Mintardja, penulis cerita silat yang karyanya diangkat dalam festival. Ia mengatakan, keterlibatan mereka memperkuat dimensi edukatif dan historis acara.
“Ini bukti bahwa budaya bukan hanya hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang relevan untuk kehidupan sosial masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, festival kethoprak juga berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif.
BACA JUGA : Pandowoharjo Dorong Wisata Edukasi, Andalkan Kekuatan Budaya dan Pemberdayaan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: