“Sebelumnya kami memberikan pelatihan pada pengrajin untuk membuat motif daripada kain tenun, kain batik tersebut. Jadi kami peragakan di acara Jogja Fashion kali ini,” kata Defrico.
BACA JUGA : Kabar Baik untuk UMKM, Listing Fee Dihapus dan Produk Berpeluang Masuk 500 Jaringan Ritel Modern
BACA JUGA : Menkeu Purbaya Sebut Rupiah Bakal Menguat, Presiden Turunkan Bunga Pinjaman UMKM Jadi 8 Persen
Dalam koleksinya, Defrico mencoba memberikan sentuhan berbeda terhadap karakter batik Brebes yang selama ini banyak menggunakan warna gelap atau sogan.
“Kebanyakan rancangan kain batik Brebes itu adalah warna gelap atau warna sogan, coklat, tembaga, hitam. Di sini saya timbulkan motif bunga-bunganya dengan embroidery atau bordiran dengan warna marun, merah dan tembaga,” jelasnya.
Menurut Defrico, permainan bordir tersebut membuat karakter batik terlihat lebih hidup tanpa menghilangkan ciri khas warna tradisional Brebes.
“Kesannya akan kelihatan lebih hidup dalam segi desainnya,” imbuhnya.
Ia juga mempertahankan penggunaan pewarna alam serta warna-warna yang menjadi karakter batik Brebes. Defrico menyebut konsep koleksinya memiliki filosofi tentang perubahan dari kondisi gelap menuju sesuatu yang lebih terang.
BACA JUGA : Eks Pedagang Senopati Bangkit, Plataran Senopati Hidupkan UMKM Jogja Tawarkan Harga Ramah
BACA JUGA : Kemasan Plastik Mahal, UMKM Jogja Didorong Produksi Kemasan dari Daun dan Serat Alami
“Filosofi daripada kain tersebut sebenarnya adalah lebih dari kegelapan akhirnya muncul keterangan. Dari sesuatu yang mati suri, timbul ke permukaan dengan warna-warna yang cerah,” tandasnya.
Jogja Fashion Week 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong industri fashion DIY dan daerah lainnya agar semakin mampu memperluas pasar hingga tingkat internasional. Mengusung tema “Roots to Resonance, Beyond”, JFW 2026 mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan perkembangan industri fashion global.
Gelaran yang berlangsung selama empat hari tersebut melibatkan pelaku industri fashion, desainer, model, pelaku IKM, komunitas, hingga masyarakat. Untuk agenda fashion show, tercatat 164 desainer dan 114 model terlibat. JFW 2026 juga menghadirkan 20 finalis Jogja Fashion Designer Competition.
Sementara sektor pameran diramaikan 132 booth IKM. Selain itu, tersedia agenda Fashion Talk yang membahas perkembangan industri fashion serta peluang pengembangan industri kreatif berbasis budaya.