“Ditonton tidak hanya kepala-kepala OPD kami atau orang-orang Brebes, tetapi ada orang Jogja, kemudian ada Jambi atau mana tadi yang ikut, dari beberapa daerah yang lain,” tuturnya.
Meski demikian, Paramitha mengatakan penggunaan batik khas Brebes membuat rasa percaya dirinya kembali muncul.
BACA JUGA : Wawan Harmawan Minta 108 Arsitek IAI DIY Kawal Desain Kawasan Sumbu Filosofis
BACA JUGA : Tindes Art dan Andong Buku Rayakan Seni, Literasi dan Desain di Bentara Budaya Yogyakarta
“Tentunya kami sangat bangga sekali menggunakan batik khas Brebes. Jadi ada kepedeannya karena kita memperlihatkan produk unggulan Brebes,” bebernya.
Paramitha mengatakan keikutsertaan produk Brebes dalam ajang fashion nasional sebelumnya telah memberikan dampak terhadap para pengrajin. Pada 2025, Dekranasda Kabupaten Brebes mengikuti Jakarta Fashion Week. Setelah itu, antusiasme masyarakat terhadap kain dan batik Brebes disebut mengalami peningkatan.
“Setelah kita mengikuti Jakarta Fashion Week, antusias untuk membeli kain Brebes sendiri semakin meningkat dan pengrajin kami juga sempat kewalahan karena banyak sekali banjiran order dari beberapa daerah,” tegas Paramitha.
Namun, meningkatnya permintaan juga menghadirkan tantangan baru. Salah satunya berkaitan dengan pemasaran secara daring.
Paramitha mengakui produk batik Salem saat ini belum optimal dipasarkan melalui kanal online, sehingga masyarakat dari luar Brebes masih mengalami kesulitan ketika ingin membeli produk tersebut.
BACA JUGA : Tol DIY Diusulkan Masuk Gunungkidul, Wisata Nglanggeran dan UMKM Diproyeksi Makin Berkembang
BACA JUGA : Wamen UMKM Akui Banyak UMKM Tumbang, Pemerintah Genjot KUR Rp300 Triliun dan Perluas Pasar
“Nah, mungkin itu nanti ke depannya kami akan membantu untuk pemasaran batik-batik Salem sendiri, batik Brebes,” imbuhnya.
Pemkab Brebes, lanjutnya, juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan platform digital, termasuk media sosial dan fitur belanja daring.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma ikut catwalk di Jogja Fashion Week 2026, Sabtu (15/8/2026) malam, sambil memamerkan batik Salem. Ia berharap batik khas Brebes semakin dikenal luas.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
“Di TikTok ada sebagai apa namanya, lebih ke masyarakat yang lebih luas lagi sehingga dicari juga. Saya juga ingin nanti UMKM kami dari Dinas Perdagangan bisa menjembatani, ada TikTok, kemudian ada keranjang kuning yang bisa langsung dibeli oleh masyarakat secara online,” tandasnya.
Sementara itu, Desainer Defrico Audy mengatakan keterlibatannya bersama Dekranasda Kabupaten Brebes dalam JFW 2026 merupakan kerja sama kedua setelah sebelumnya terlibat dalam ajang fashion di Jakarta.