Heboh Video Remaja Bawa Celurit di JJLS Bantul, Tujuh Orang Diamankan
Polisi mengamankan tujuh remaja yang terekam mengayun-ayunkan celurit di JJLS Kretek, Bantul. Dua senjata tajam disita dan penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku.--dok. Polres Bantul
BANTUL, diswayjogja.id - Polisi mengamankan tujuh remaja yang terekam dalam video viral di media sosial saat menaiki dua sepeda motor sambil membawa dan mengayun-ayunkan senjata tajam jenis celurit di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) wilayah Kretek, Bantul.
Ketujuh remaja tersebut diamankan Unit Reskrim Polsek Kretek setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap video berdurasi sekitar 31 detik yang beredar sejak Senin (14/9/2026).
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan seluruh remaja tersebut telah diamankan dan menjalani pemeriksaan.
"Unit Reskrim Polsek Kretek telah mengamankan tujuh remaja yang terlibat dalam video tersebut. Saat ini mereka sudah dimintai keterangan dan menjalani proses identifikasi," kata Rita, Rabu (23/9/2026).
BACA JUGA:Hendak Tawuran di Ring Road Selatan, Tujuh Remaja Diamankan Salah Satunya Bawa Celurit 1,4 Meter
BACA JUGA:Pelaku Remaja Viral Acungkan Celurit Dititipkan ke BPRSR, Jalani Asesmen Sebelum Penanganan
Video yang beredar memperlihatkan sejumlah remaja mengendarai dua sepeda motor sambil membawa celurit dan mengayunkannya sepanjang ruas JJLS di wilayah Kretek.
Menindaklanjuti video tersebut, polisi mendatangi lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku. Mereka kemudian diamankan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
"Ketujuh remaja tersebut masing-masing berinisial MNSL (19), MRP (14), EGR (17), PZP (18), RA (16), AHA (17), dan RHN (16)," ujarnya.
BACA JUGA:Polisi Ungkap Status Pelajar Sekolah Rakyat yang Bawa Celurit di Prambanan
BACA JUGA:Demi Eksistensi di Medsos, Dua Remaja Prambanan Sleman Nekat Acungkan Celurit
Setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Kretek, ketujuh remaja itu mengakui bahwa video yang beredar memang memperlihatkan aksi mereka.
"Ketujuhnya mengakui bahwa video yang beredar tersebut memang merupakan aksi mereka. Berdasarkan keterangan mereka, aksi tersebut dilakukan secara sadar dan tidak ada paksaan dari pihak lain," jelas Rita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: