SLEMAN, diswayjogja.id - Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, bukan hanya dikenal sebagai aktivis antikorupsi.
Pria yang tengah bersiap dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, menurut sejumlah sahabat, juga memiliki potensi besar dalam kontestasi politik Pemilu 2034 mendatang.
Potensi itu mencuat dalam acara jenaka bertajuk 'Roasting Zainal: Bukan Guru Besar Biasa' yang digelar di Kancane Coffee & Tea Bar, Ngaglik, Sleman, Rabu (14/1/2026).
Acara ini merupakan perayaan unik menjelang pengukuhannya sebagai guru besar, sekaligus ajang silaturahmi yang dibumbui humor.
"Saya senang sih, waktunya jelas. Bahwa menyampaikan kritik itu kan tidak harus dengan cara-cara serius banget. Ada banyak banget cara. Kira-kira model-model begini menarik," katanya.
BACA JUGA : Polisi Pastikan Teror Telepon ke Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Penipuan
BACA JUGA : Setahun Program MBG, Ahli Gizi UGM Soroti Keracunan Anak dan Risiko UPF
Pernyataan ini menunjukkan bagaimana ia memandang kritik sebagai bagian dari dinamika pertemanan dan profesionalisme.
"Saya kira ini silaturahmi yang tidak biasa, tapi menurut saya bagus karena membuat suasana begitu. Tingkat pertemanan seseorang bisa dinilai ketika dia bisa mengkritik dan menerima kritik. Saya kira positif sekali," ucapnya.
Acara roasting itu berlangsung santai namun penuh canda.
Beberapa sahabat bahkan menyelipkan humor jenaka tentang perjalanan karier akademik dan aktivismenya.
“Lucu sih,” tuturnya singkat.
BACA JUGA : Huntara Pascabencana Dipercepat, Pakar UGM: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas
BACA JUGA : Pariwisata Menggeliat, Warga Tertekan? Ini Catatan Sosiolog UGM soal Nataru di Jogja
Ia menegaskan bahwa pengalaman panjangnya dalam berinteraksi dengan berbagai pihak memberikan pemahaman mendalam tentang hal-hal yang baik dan yang kurang tepat.