Zainal Arifin Soroti Bahaya Otoritarianisme bagi Demokrasi Indonesia

Zainal Arifin Soroti Bahaya Otoritarianisme bagi Demokrasi Indonesia

Zainal Arifin Mochtar saat ditemui media, Rabu (14/1/2026). Ia mengatakan akan menyoroti gelombang balik demokrasi dan ancaman konservatisme bagi lembaga negara pada pengukuhannya--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), menyoroti tantangan serius terhadap demokrasi Indonesia. 

Dalam pengukuhannya sebagai profesor, Kamis (15/1/2026) pukul 11.00 WIB, nanti dia akan menekankan adanya arus balik dalam gelombang demokratisasi ketiga, yang menghadirkan risiko konservatisme dan otoritarianisme bagi lembaga negara.

"Saya akan bicara soal menguatnya konservatisme dan otoritarianisme yang membunuh lembaga negara," katanya, Rabu (14/1/2026). 

Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana institusi yang semula independen, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menghadapi tekanan yang dapat mengurangi efektivitasnya.

Ia menekankan bahwa fenomena ini bukan unik bagi Indonesia, melainkan juga terjadi di berbagai negara yang tengah menghadapi dinamika politik global. 

BACA JUGA : Polisi Pastikan Teror Telepon ke Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Penipuan

BACA JUGA : Setahun Program MBG, Ahli Gizi UGM Soroti Keracunan Anak dan Risiko UPF

“Ini bukan khas Indonesia, karena di berbagai negara juga mengalami,” ucapnya. 

Lebih jauh, Profesor UGM ini menyoroti implikasi dari tren tersebut. 

“Jadi saya mau bilang gelombang demokratisasi ketiga seakan-akan sudah mulai arus balik sekarang ke arah konsep-konsep otoritarian. Dan ini akan berbahaya,” tuturnya. 

Menurutnya, konservatisme yang memuat kecenderungan otoritarian berpotensi menghentikan laju demokrasi dan membatasi kebebasan lembaga negara untuk menjalankan fungsi pengawasan.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika ini. 

BACA JUGA : Huntara Pascabencana Dipercepat, Pakar UGM: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas

BACA JUGA : Pariwisata Menggeliat, Warga Tertekan? Ini Catatan Sosiolog UGM soal Nataru di Jogja

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: