Transformasi Wisata Kuliner Semarang dengan Fenomena City Light yang Memikat

Transformasi Wisata Kuliner Semarang dengan Fenomena City Light yang Memikat

Anantari Coffee--

diswayjogja.id – Kota Semarang kini bukan lagi sekadar titik persinggahan bagi para pelancong yang hendak menuju ke arah Solo atau Yogyakarta. Memasuki tahun 2026, ibukota Jawa Tengah ini telah bersalin rupa menjadi destinasi wisata utama yang menawarkan sensasi yang berbeda, khususnya di sektor pariwisata malam. Jika Daerah Istimewa Yogyakarta sangat bangga dengan panorama Bukit Bintangnya, dan Bandung selalu diagungkan karena keasrian Dago Pakar, maka Semarang memiliki kawasan "Semarang Atas" yang pesonanya kini mulai disejajarkan dengan destinasi elit tersebut. Keindahan topografi perbukitan di kawasan selatan kota ini memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Fenomena pergeseran tren wisata ini terlihat jelas dari menjamurnya tempat-tempat nongkrong atau kafe yang memanfaatkan kontur dataran tinggi sebagai nilai jual utama. Menikmati secangkir minuman hangat sembari merasakan embusan angin malam yang sejuk, jauh dari kebisingan mesin kendaraan di pusat kota, telah menjadi gaya hidup baru bagi warga lokal maupun pendatang. Istilah "healing" yang kini sangat populer di media sosial menemukan bentuk nyatanya di sini; sebuah pelarian sejenak untuk memulihkan energi setelah seharian berkutat dengan rutinitas pekerjaan yang menjemukan.

Kawasan Semarang Atas menawarkan keindahan "City Light" atau hamparan lampu kota yang terlihat seperti permata yang berserakan di kegelapan malam. Suasana yang tercipta sangatlah syahdu, menjadikannya lokasi favorit bagi para pasangan yang ingin menghabiskan waktu romantis secara intim, maupun bagi mereka yang sekadar ingin merenung dalam kesunyian yang estetik. Infrastruktur yang semakin membaik menuju kawasan perbukitan ini juga turut mendongkrak popularitas kafe-kafe yang dahulu dianggap sulit dijangkau atau tersembunyi.

Bagi Anda yang sedang menyusun daftar rencana perjalanan atau sekadar mencari referensi tempat menghabiskan akhir pekan, kami telah merangkum tujuh destinasi kafe "hidden gem" di wilayah dataran tinggi Semarang yang wajib Anda kunjungi. Tempat-tempat ini dipilih berdasarkan keunikan konsep, kualitas rasa, serta tentu saja pemandangan alamnya yang luar biasa indah. Pastikan perangkat kamera Anda dalam kondisi prima, karena setiap sudut dari lokasi-lokasi berikut sangat layak untuk diabadikan dalam bingkai foto maupun video singkat di media sosial.

BACA JUGA : Pesona Kuliner Favorit di Semarang Dari Kedai Kopi Estetik hingga Legenda Kaki Lima

BACA JUGA : Camilan Legendaris yang Menjadi Jiwa Manis Kota Semarang, Cek Informasi Lengkapnya Berikut Ini

Anantari Coffee

Terletak di kawasan yang cukup terpencil di dalam area perumahan Jangli, Anantari Coffee adalah manifestasi nyata dari sebuah permata yang tersembunyi. Meskipun akses jalan menuju lokasi ini cukup menantang dan memerlukan konsentrasi ekstra, segala jerih payah di perjalanan akan terbayar lunas ketika Anda tiba di lokasi. Dari sini, Anda bisa menyaksikan pemandangan lampu kota seluas 180 derajat tanpa terhalang oleh kabel listrik maupun bangunan beton yang menjulang.

Ketenangan adalah komoditas utama yang ditawarkan oleh tempat ini, sehingga sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin melakukan pembicaraan mendalam (deep talk). Untuk urusan rasa, Kopi Susu Anantarian yang memiliki tekstur creamy atau segelas Red Velvet Latte hangat menjadi pendamping yang sempurna. Dengan harga minuman yang dibanderol mulai dari Rp25.000, pengalaman yang didapatkan jauh melampaui nilai nominal tersebut.

Semilir Cafe

Sesuai dengan nama yang diusungnya, Semilir Cafe menawarkan kesejukan angin yang secara alami akan membuat tubuh terasa lebih relaks dan tenang. Mengusung konsep semi-terbuka yang menyatu dengan topografi alam Ngaliyan, tempat ini memberikan perspektif unik untuk melihat kerlap-kerlip lampu dari jalan tol dan kawasan pemukiman di bawahnya.

Meski konsep bangunannya cenderung sederhana, pemandangan yang disajikan adalah kelas satu. Tempat ini sangat ramah di kantong, menjadikannya lokasi favorit bagi mahasiswa maupun keluarga muda. Kudapan tradisional seperti Mendoan panas dan Pisang Goreng Keju menjadi primadona di sini, dengan harga makanan yang sangat ekonomis, yakni mulai dari Rp10.000 saja.

Kairos Coffee 

Masih di kawasan Ngaliyan, Kairos Coffee hadir dengan pendekatan desain yang lebih modern dan trendi. Dominasi warna putih bersih pada bangunannya menciptakan kontras yang elegan dengan gelapnya langit malam. Kafe ini memiliki area indoor yang dikelilingi kaca serta taman luar ruangan yang ditata sedemikian rupa sehingga menyerupai suasana kafe-kafe hits di kawasan Sentul atau Bandung Utara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: