Pertama, bus akan digunakan untuk memfasilitasi mobilitas siswa di sekolah rakyat yang membutuhkan dukungan transportasi agar akses pendidikan lebih merata.
Kedua, bus sekolah juga dirancang untuk melayani masyarakat umum yang membutuhkan akses angkutan menuju sekolah, khususnya di wilayah yang belum terlayani angkutan umum secara memadai.
Ia mengatakan seluruh tahapan pengoperasian bus telah disusun secara bertahap, mulai dari aspek administrasi hingga penentuan koridor layanan.
“Tahapan-tahapannya sudah kami rencanakan. Semoga operasional bus dari Kementerian Perhubungan ini bisa berjalan penuh pada tahun berjalan,” ucapnya.
BACA JUGA : Sleman Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Banyurejo
BACA JUGA : Bantul Siaga Hama Tikus di Perbatasan Sleman
Ia menjelaskan, keterbatasan jumlah armada menjadi tantangan awal dalam pengoperasian bus sekolah tersebut.
Dengan satu unit bus, Dishub Sleman hanya mampu membuka satu koridor layanan pada tahap awal.
“Ya, sementara hanya satu bus, sehingga hanya bisa melayani satu koridor,” tuturnya.
Meski demikian, Dishub Sleman memastikan penentuan jalur akan dilakukan secara strategis dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak.
Fokus utama diarahkan pada wilayah yang dilintasi sekolah rakyat agar layanan transportasi pendidikan dapat lebih cepat dan tepat sasaran.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Mengintai, Sleman Siapkan Dana Darurat dan Relawan
BACA JUGA : Risiko Hujan Lebat Menguat di Awal 2026, Ini Peringatan BPBD Sleman
“Intinya jelas, jalurnya akan melewati sekolah rakyat agar dalam melayani sekolah rakyat bisa lebih responsif,” imbuhnya.
Menurut dia, pemilihan koridor yang terfokus ini diharapkan dapat memaksimalkan fungsi bus sekolah meskipun jumlah armada masih terbatas.
Selain mendukung mobilitas siswa, keberadaan bus tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem angkutan sekolah yang terintegrasi.