“Belum ada yang dilaporkan meninggal. Tingkat kesembuhannya tinggi, karena ini memang flu seperti yang biasa,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengonfirmasi temuan satu kasus Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Sleman.
BACA JUGA : Menkes Targetkan 7 Gedung Baru RSUP Sardjito Rampung 2029, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
BACA JUGA : Banjir Besar Sumatera, Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa dan Antisipasi Wabah
Kasus tersebut menjangkiti seorang bayi berusia di bawah satu tahun, namun dipastikan telah pulih sepenuhnya dan tidak menimbulkan lonjakan kasus lanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Ari Kurniawati, menjelaskan kasus tersebut sebenarnya terjadi pada periode September hingga Oktober 2025.
Pasien yang berdomisili di Kota Yogyakarta itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Sleman dengan gejala demam tinggi dan gangguan pernapasan.
“Disebutkan ada beberapa provinsi, salah satunya DIY. Ada satu kasus, itu di Sleman tapi domisili di Kota Jogja. Namun kini pasien telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan,” ujar Ari di Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
BACA JUGA : Wamenkes: Jogja Jadi Contoh Penanganan TBC Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor
BACA JUGA : Januari Hingga Oktober 2025, Dinkesda Brebes Temukan 126 Kasus Baru HIV/ AIDS
Untuk memastikan varian Influenza A hingga subclade K, sampel harus melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) di laboratorium pusat milik Kementerian Kesehatan.
“Tidak semua penyakit bisa langsung dideteksi sampai ke jenis virusnya. Karena lab itu butuh waktu, jadi memang kita baru tahu sekarang. Tetapi secara klinis saat itu pasiennya sudah tertangani,” tutupnya.