diswayjogja.id – Di tengah tantangan alam yang kian tak menentu, koordinasi yang cepat dan akurat menjadi penentu antara keselamatan dan risiko bagi ribuan nyawa. Menanggapi situasi darurat akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Hytera Communications, pemimpin global dalam solusi komunikasi profesional, mengambil langkah nyata dengan mendonasikan perangkat komunikasi darurat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur komunikasi di area-area terdampak, memastikan bahwa setiap instruksi dari posko komando dapat diterima dengan jernih oleh para petugas yang berjibaku di lapangan.
Krisis di Sumatra
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dihantam oleh cuaca ekstrem. Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi telah memicu banjir bandang dan tanah longsor yang merusak infrastruktur jalan, memutus aliran listrik, dan melumpuhkan layanan publik. Dalam kondisi di mana jaringan komunikasi komersial sering kali terputus akibat infrastruktur yang rusak, BNPB membutuhkan alat komunikasi mandiri yang tangguh dan tidak bergantung pada sinyal seluler biasa.
Peralatan yang didonasikan oleh Hytera telah didistribusikan langsung ke garis depan. Perangkat ini digunakan oleh personel penyelamat, tim pencari (SAR), hingga tim logistik yang bertugas menyalurkan bantuan. Dengan teknologi radio komunikasi yang andal, tim lapangan dapat memberikan laporan real-time mengenai kondisi di lokasi bencana, memudahkan pengambilan keputusan cepat di pusat komando nasional.
BACA JUGA : Rp 1,2 Triliun Sehari Bisa Selamatkan Korban Banjir Sumatera, JCW Desak Presiden Alihkan Anggaran MBG
BACA JUGA : Tanggapi Soal Donasi Bencana Sumatera, Ketua KPK Beri Penjelasan
Keandalan di Medan yang Menantang
Kondisi bencana alam di Indonesia sering kali menghadirkan medan yang ekstrem mulai dari lumpur, air, hingga kelembapan tinggi. Perangkat komunikasi darurat dari Hytera dirancang khusus untuk menghadapi lingkungan seperti ini. Dengan fitur tahan air, tahan guncangan, dan baterai yang tahan lama, alat ini memastikan arus informasi tetap mengalir meskipun petugas berada di tengah hutan atau wilayah yang terisolasi.
Deni Irawan, pakar IT di BNPB, menekankan betapa krusialnya dukungan ini. "Dalam penanganan bencana, situasi di lapangan berubah setiap detik. Sering kali koordinasi menjadi mustahil jika perangkat tidak mumpuni. Dukungan teknologi dari mitra seperti Hytera sangat membantu tim kami untuk tetap fokus pada prioritas utama: menyelamatkan nyawa dan mendampingi warga yang terdampak," jelasnya.
Hytera Photo Memberikan alat bantu untuk korban sumatra--
Komitmen Dua Dekade untuk Masyarakat Indonesia
Kehadiran Hytera di tanah air bukanlah hal baru. Perusahaan ini telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun di Indonesia, membangun kemitraan erat dengan berbagai otoritas nasional. Donasi ini bukan sekadar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan bagian dari filosofi jangka panjang untuk selalu mendampingi masyarakat di masa krisis.
Mars Li, Director of PT Hytera Communications Indonesia, menyatakan bahwa kontribusi ini adalah cerminan dari dedikasi perusahaan terhadap keselamatan publik. "Kami telah hadir di sini lebih dari dua dekade. Saat bencana melanda, memberikan dukungan teknologi komunikasi yang kami miliki bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan cerminan dari janji kami untuk melayani masyarakat Indonesia dalam kondisi apa pun," ungkap Mars Li.
BACA JUGA : Brigjen Bambang Koordinasikan Rp300 Juta Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana Sumatera