Muhammadiyah Dorong Philantropreneurship dalam Pemberdayaan Masyarakat di 2026

Sabtu 03-01-2026,14:12 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

Mengacu pada berbagai literatur, Hilman menyebut masa depan pemberdayaan masyarakat terletak pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi baru, sebagai upaya memperkuat kapasitas mereka dalam mentransformasi masa depan.

BACA JUGA : Santri Muhammadiyah Yogyakarta Ubah Barang Bekas Jadi Amal di Momen Hari Santri 2025

BACA JUGA : EMT Muhammadiyah Resmi Terverifikasi WHO, Jadi Tim Medis Darurat Internasional Pertama dari Indonesia

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin menyampaikan bahwa MPM Outlook 2026 merupakan agenda rutin MPM PP Muhammadiyah, namun dikemas dengan format berbeda. Pada tahun-tahun sebelumnya, agenda ini diselenggarakan dalam bentuk rapat konsolidasi.

Menurutnya, upaya MPM memandang tahun 2026 dilandasi kesadaran akan dimensi waktu dalam kehidupan manusia, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Dalam persiapan melangkah ke depan, kita tidak boleh takut melakukan repositioning, bahkan replacement jika diperlukan, karena dinamika sosial terus berjalan secara distributif,” tutur Yamin.

Meski demikian, Yamin menegaskan bahwa seluruh langkah MPM tetap berada dalam satu tarikan napas dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah, khususnya program prioritas yang dihasilkan pada Muktamar ke-48.

Dari delapan program prioritas tersebut, MPM memfokuskan perhatian pada poin ketiga, yakni memperkuat dan memperluas basis umat di akar rumput melalui sinergi Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah, Dakwah Kultural, serta Dakwah Komunitas.

Kategori :