“UMKM tidak hanya harus bisa bikin produk, tapi juga harus bisa jualan. Ke depan kami akan bantu lewat edukasi dan pusat perdagangan supaya produk mereka bisa dikenal lebih luas,” jelasnya.
BACA JUGA : Fokus Kurangi Sampah 30 Ton per Hari, Wawan Ajak Sleman dan Bantul Kolaborasi Tangani Sampah Perbatasan
BACA JUGA : Wawan Harmawan Minta 108 Arsitek IAI DIY Kawal Desain Kawasan Sumbu Filosofis
Wawan menambahkan, penataan UMKM ini akan berjalan seiring dengan penguatan kolaborasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dan keterlibatan komunitas pemuda kampung.
Pemkot juga berencana mendorong kerja sama dengan sektor swasta dan CSR untuk mendukung pembiayaan program pengembangan UMKM tanpa bergantung pada APBD.
“Kami ingin bangun kolaborasi lintas OPD dan juga dengan swasta. Jadi semua bergerak bersama, tidak sektoral. Tujuannya jelas, kesejahteraan masyarakat dan tumbuhnya ekonomi lokal,” tegasnya.
Langkah ini, kata Wawan, diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi warga dan menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan UMKM berbasis komunitas.