Kasus ISPA Naik di Awal Puasa, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Warga Jaga Imunitas

Kasus ISPA Naik di Awal Puasa, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Warga Jaga Imunitas

Pemkot Yogyakarta memastikan layanan puskesmas dan pengawasan keamanan pangan tetap optimal selama Ramadan 2026, Dinkes juga meningkatkan pemeriksaan takjil dan cek kesehatan gratis bagi warga.--dok. Pemkot Jogja

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan cenderung meningkat pada awal Ramadan 2026. Meski demikian, secara umum tidak terdapat lonjakan penyakit yang signifikan selama bulan puasa di Kota Yogyakarta.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menyampaikan peningkatan ISPA terjadi seiring musim hujan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Secara umum tidak ada perbedaan signifikan. Namun di awal puasa, terutama saat musim hujan dengan cuaca tidak menentu, kasus ISPA seperti batuk dan influenza cenderung meningkat karena daya tahan tubuh sedang beradaptasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadan juga membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga imunitas agar tetap stabil selama menjalankan ibadah puasa.

BACA JUGA : Menu MBG Ramadan di DIY Disorot Warganet, Sri Sultan Minta Evaluasi dan Transparansi Harga

BACA JUGA : Sepekan Ramadan, 2 Gepeng Terjaring Operasi Satpol PP Kota Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta memastikan seluruh puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan selama Ramadan dengan penyesuaian jam operasional. Layanan dibuka Senin–Kamis pukul 07.30–13.30 WIB, Jumat 07.30–09.30 WIB, dan Sabtu 07.30–12.30 WIB.

Selain pelayanan rutin, Dinas Kesehatan juga menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). 

“Warga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, serta tetap melakukan aktivitas fisik ringan,” jelasnya.

Kebutuhan cairan juga menjadi perhatian penting. Dinkes menganjurkan pola minum 2-4-2 untuk memenuhi kebutuhan delapan gelas per hari, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.

BACA JUGA : Bolen dan Roti Jamuran, Puluhan Wali Murid Keluhkan Menu MBG Ramadan SPPG Gandasuli Brebes

BACA JUGA : Ramadan 2026, Pertamina Guyur 1,1 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Jateng-DIY

“Dengan menjaga pola makan, istirahat cukup, dan kebutuhan cairan terpenuhi, diharapkan masyarakat dapat menjalankan puasa dengan sehat hingga Idulfitri,” pungkas Aan.

Pemkot Yogyakarta berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama Ramadan dapat menekan risiko penyakit musiman, khususnya ISPA di tengah kondisi cuaca yang masih berubah-ubah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait