Soal Laporan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Ketua KPK Setyo Budiyanto: Masih Ditelaah

Selasa 28-10-2025,13:12 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menekankan bahwa laporan dugaan korupsi terkait proyek kereta cepat yang disampaikan oleh Antony Budiawan masih dalam tahap awal penelaahan di KPK.

Dia memastikan laporan tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku di lembaga antirasuah.

“Ya nanti pastinya akan saya cek. Belum saya lihat secara langsung. Nanti pasti dari Direktorat Pelayanan Pengaduan Masyarakat akan merespons seperti apa,” ujar Setyo Budiyanto saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, setiap laporan masyarakat yang masuk ke KPK akan melalui proses verifikasi dan telaah administratif sebelum ditentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak-pihak terkait.

BACA JUGA : Mahfud MD Siap Diperiksa KPK, Nilai Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh dengan China Langkah Tepat

BACA JUGA : Pemda DIY Terima Hibah Aset Rampasan KPK Senilai Rp11,1 Miliar, Termasuk 3 Unit Jet Ski untuk Satlinmas

“Biasanya ditelaah dulu. Kalau memang dibutuhkan, nanti akan ada tindak lanjutnya,” jelas Setyo.

Setyo menuturkan bahwa dirinya belum menerima laporan lengkap terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Namun, dia memastikan KPK akan bekerja profesional sesuai prosedur.

“(Sudah masuk ke tahap apa ini?) Nanti saya cek lagi seperti apa dalamnya,” terangnya.

Laporan dugaan korupsi proyek kereta cepat oleh Antony Budiawan sebelumnya menarik perhatian publik karena menyangkut proyek strategis nasional bernilai besar.

BACA JUGA : DPRD DIY Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Program Pariwara KPK

BACA JUGA : KPK Kampanyekan Anti Korupsi di Kulon Progo, Sebut 8 Persen Kasus Penanganan Korupsi Perempuan

KPK, kata Setyo, tidak akan terburu-buru mengambil langkah sebelum memastikan validitas dan kelengkapan data laporan.

Ketua KPK juga menepis dugaan bahwa kedatangannya ke Yogyakarta berkaitan dengan kasus tertentu. Dia menegaskan bahwa kunjungannya semata untuk melakukan koordinasi dalam rangka persiapan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) bersama panitia dan jajaran kedeputian pencegahan KPK.

“Kami ke sini itu melaksanakan koordinasi dalam rangka persiapan Hakordia. Tidak ada yang lain-lainnya,” tegas Setyo.

Kategori :