YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Animal Friends Jogja (AFJ) mengajak mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) untuk lebih kritis terhadap relasi manusia dengan hewan melalui Program Pengelolaan Potensi Diri Mahasiswa (P3DM).
Koordinator Komunikasi AFJ Farmed Animals Advocacy Program, Dian Erviana, menjelaskan pihaknya menggelar lima sesi edukatif sepanjang Maret 2025, dengan mengusung wacana sosial dan lingkungan terhadap penderitaan hewan yang diternakkan.
"Kegiatan ini diawali dengan pengenalan terhadap misi dan kerja advokasi AFJ dalam menyuarakan hak dan kesejahteraan hewan. Mahasiswa diajak mengenali berbagai bentuk eksploitasi terhadap hewan, dari industri hiburan, eksperimen, perdagangan satwa, hingga fashion dan peternakan," ujar Dian, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/4/2025).
Dalam sesi tersebut, AFJ memberikan kekuatan pemahaman bahwa hewan bukanlah komoditas, melainkan individu yang memiliki hak hidup bebas dari penderitaan.
BACA JUGA : Komunitas Suara Ibu Indonesia Gelar Aksi Tolak Kekerasan Mahasiswa di Titik Nol Yogyakarta
Pada sesi kedua, mahasiswa terlibat dalam workshop memasak berbasis nabati bersama dua inisiatif lokal, yakni nabati nusantara dan nutrisi esok hari, di mana inisiatif untuk kembali ke pola pangan nabati yang lebih berkelanjutan dan berwelas asih.
Lewat praktek membuat bakso, kata Dian, mahasiswa diperkenalkan pada gaya hidup yang sehat dan tidak melibatkan kekejaman terhadap hewan.
Sementara dalam sesi ketiga, membahas isu perdagangan daging anjing melalui kampanye Dog Meat Free Indonesia (DMFI). Mahasiswa diajak memahami dampak buruk praktek ini, baik terhadap kesejahteraan hewan maupun kesejahteraan masyarakat.
"AFJ mendorong mahasiswa untuk mengambil sikap aktif, menolak konsumsi daging anjing, melaporkan kekejaman melalui hotline DMFI, serta mendukung adopsi alih-alih membeli dari praktek pembiakan yang eksploitatif," katanya.
BACA JUGA : Aliansi Jogja Memanggil Kembali Aksi Tolak UU TNI di depan Gedung Agung Yogyakarta
BACA JUGA : Ribuan Massa Aliansi Jogja Memanggil, Serukan Demokrasi Kerakyatan
Fokus utama pada isu kesejahteraan hewan yang diternakkan ditampilkan secara mendalam dalam sesi keempat. Mahasiswa diajak membedah realitas di balik industri peternakan modern, mulai dari proses pemeliharaan, transportasi, hingga penyembelihan hewan.
"Melalui pendekatan kampanye Cage-Free Indonesia, mahasiswa didorong untuk mengkritisi pilihan konsumi mereka serta memahami dampak etis dan lingkungan dari sistem produksi pangan hewani," jelasnya.
Dalam sesi tersebut, Dian menyebutkan menjadi ruang reflektif sekaligus edukatif yang membuka mata mahasiswa tentang penderiataan sistemik hewan yang diternakkan yang selama ini sering luput dari perhatian publik.