Rekomendasi Destinasi Bubur Ayam Malam Terbaik di Bandung, Cek Ulasan Selengkapnya
Bubur Ayam Bejo (Kawasan Kosambi)--
diswayjogja.id – Kota Bandung selalu memiliki cara tersendiri untuk memanjakan lidah para pelancong maupun penduduk lokalnya. Ketika matahari terbenam dan suhu udara mulai menurun drastis, suasana kota bertransformasi menjadi ruang romantis sekaligus surganya para pencinta makanan. Udara dingin yang menusuk tulang, yang menjadi ciri khas ibu kota Jawa Barat ini, sering kali memicu keinginan untuk menyantap sesuatu yang panas, lembut, dan mengenyangkan. Di tengah beragamnya pilihan kafe modern dan restoran mewah, ada satu hidangan sederhana yang justru menjadi primadona saat hari sudah gelap: bubur ayam.
Secara umum, masyarakat Indonesia mungkin lebih mengenal bubur ayam sebagai menu sarapan yang lazim disantap sebelum memulai rutinitas pagi. Namun, di Bandung, tradisi kuliner ini mengalami pergeseran budaya yang menarik. Bubur ayam justru bertransformasi menjadi identitas kuliner malam yang sangat kuat. Fenomena "Bubur Malam" ini bukan sekadar tentang menghilangkan rasa lapar, melainkan tentang pengalaman menikmati suasana kota di pinggir jalan, di bawah temaram lampu jalanan, sambil merasakan uap hangat yang mengepul dari mangkuk keramik.
Kultur bubur malam di Bandung memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan bubur yang dijajakan di pagi hari. Perbedaan ini terletak pada profil rasa yang biasanya lebih berani, porsi yang cenderung lebih besar atau bahkan "brutal", serta keberagaman topping yang melimpah, mulai dari jeroan, telur, hingga cakwe yang renyah. Makan bubur di malam hari memberikan sensasi kenyamanan (comfort food) yang luar biasa, seolah menjadi pelukan hangat bagi perut yang sedang kosong di tengah dinginnya angin malam Bandung.
Bagi mereka yang sedang merasa lelah, stres, atau sekadar merasa lapar di jam-jam yang tidak biasa, berburu bubur malam bisa menjadi obat mujarab untuk memperbaiki suasana hati (mood booster). Kehangatan dari kuah kaldu dan tekstur bubur yang lembut dipercaya mampu memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Jika Anda sedang berada di Bandung dan bingung menentukan tujuan kuliner malam ini, berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima destinasi bubur ayam paling legendaris yang siap menghangatkan malam Anda.
BACA JUGA : Deretan Restoran dan Kafe Tematik di Kawasan Punclut Bandung, Simak Referensi Lengkapnya Berikut Ini
BACA JUGA : Eksplorasi Sepuluh Restoran Estetik di Bandung yang Menggugah Selera, Berikut Informasi Selengkapnya
Bubur Ayam Bejo (Kawasan Kosambi)
Bagi warga Bandung, nama Bubur Ayam Bejo sudah dianggap sebagai institusi kuliner yang tak terpisahkan dari kawasan Kosambi. Terletak tepat di depan pintu masuk Pasar Kosambi yang bersejarah, tempat ini sering kali disebut sebagai "juru selamat" bagi siapa saja yang dilanda rasa lapar di waktu-waktu yang tidak lazim. Hal ini dikarenakan kedai tersebut beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti.
Keistimewaan utama dari Bubur Ayam Bejo terletak pada teksturnya yang mengadopsi gaya bubur oriental atau bubur Cina, yakni sedikit encer namun memiliki kedalaman rasa gurih yang luar biasa. Meskipun teksturnya ringan, topping yang diberikan sangat royal. Anda akan menemukan suwiran ayam yang melimpah, cakwe yang gurih, serta pilihan tambahan berupa ati ampela dan telur rebus yang bumbunya meresap hingga ke dalam. Lokasinya yang berada di jantung kota menjadikannya titik kumpul favorit bagi para pekerja shift malam atau anak muda yang baru saja menyelesaikan kegiatan nongkrong mereka.
Bubur Ayam Pa’ Otong (Kawasan Sudirman)
Bergerak sedikit ke arah Bandung Barat, tepatnya di koridor Jalan Jenderal Sudirman, Anda akan menemui sebuah fenomena unik berupa antrean panjang yang sering kali meluap hingga ke bahu jalan. Inilah Bubur Ayam Pa' Otong, sebuah gerobak sederhana yang telah mempertahankan cita rasanya selama puluhan tahun. Popularitasnya yang melegenda bukan tanpa alasan; tekstur buburnya sangat halus dengan keseimbangan rasa asin dan gurih yang pas di lidah.
Salah satu ciri khas yang membuat Pa' Otong berbeda adalah penyajian cakwenya. Jika di tempat lain cakwe dipotong kecil-kecil, di sini Anda akan mendapatkan potongan cakwe yang panjang dan besar, memberikan sensasi tekstur yang lebih kenyal saat disantap bersama bubur. Suwiran ayamnya pun tidak sembarangan, karena menggunakan potongan yang cukup besar sehingga rasa dagingnya sangat terasa.
Bubur Ayam Gibbas
Bubur Ayam Gibbas adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Tempat ini dikenal luas berkat jargon "porsi brutal". Julukan ini merujuk pada tumpukan suwiran ayam kampung yang sangat tinggi, bahkan sering kali menutupi seluruh permukaan mangkuk hingga buburnya sendiri tidak terlihat lagi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: