Potensi Banjir Lahar di Sekitar Gunung Merapi, Masyarakat Diminta untuk Waspada

Rabu 11-12-2024,15:14 WIB
Reporter : Penta Daniel Pratama
Editor : Syamsul Falaq

Meskipun hingga kini belum ada laporan terkait kejadian lahar di sungai yang berhulu di Gunung Merapi, masyarakat tetap diminta untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan. 

Faktor Terjadinya Lahar Hujan

Agus pun menyebutkan, terdapat empat faktor yang menyebabkan terjadinya lahar hujan.

“Pertama, itu ada endapan awan panas hasil erupsi yang sedang terjadi atau hasil erupsi yang telah lalu. Yang kedua, mungkin ini termasuk yang satu juga ya karena dia erupsi, dia mengandung abu, abu vulkanik yang kandungannya cukup cukup besar ya, lebih dari 3 persen kalau nggak salah," jelas Agus.

Kemudian faktor ketiga adalah tingkat kemiringan. Dikatakan Agus, Gunung Merapi yang berbentuk kerucut berpotensi menjadikan material yang tertimbun menjadi lahar hujan. Faktor terakhir ialah intensitas curah hujan.

Terkait intensitas curah hujan, Agus menuturkan, pihaknya tidak bisa memastikan berapa tepatnya angka intensitas curah hujan yang mampu menggugurkan material yang tertimbun hingga menjadikan lahar hujan. 

"Tidak ada angka yang fix ya, paling kita kasih rentang, biasanya dari 20 sampai 60 milimeter per jam ya, ini terjadi lebih dari 1 jam," ujar Agus.

Notifikasi saat Ada Curah Hujan

Agus menyatakan, lantaran belum bisa memastikan angka pasti intensitas curah hujan, untuk mengantisipasi atau menjadi peringatan dini, biasanya pihak Agus akan memberikan notifikasi hujan ketika terjadi curah hujan lebih dari 10 milimeter per jam, pada 10 menit pertama. 

BACA JUGA : Berikan Pemahaman Generasi Muda Tentang TPPO, Kantor Imigrasi Yogyakarta Gelar Talkshow

BACA JUGA : 55 Pengidap AIDS Berstatus Lelaki Suka Lelaki Mendominasi 142 Orang Dengan HIV/ AIDS di Kabupaten Brebes

"Kemudian, nanti kita update biasanya. Misalnya, ternyata curahnya sampai 60 milimeter per jam itu kan deras banget. Nah, kita update setiap 10 menit terus," kata Agus.

BPTTKG juga telah melakukan assesmen potensi bahaya dari lahar hujan ini. 

Lahar hujan yang mungkin terjadi dengan pergerakan yang saat ini, bisa menjangkau sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi hingga belasan kilometer.

“Kalau Kali Boyong ini sampai 14 km, kalau Kali Krasak, Kopeng, ini sampai 20 km, emang jauh ya. Tapi penilaian bahaya potensi lahar ini lebih ke apakah alirannya akan melimpas (meluap) ke pemukiman atau tidak. Nah, ini ternyata hasil dari pemodelan kami meskipun jauh, ini mudah-mudahan tidak melimpas (meluap) sehingga masih aman," papar Agus.

Pihak yang Rentan Terkena Dampak

Selain potensi membahayakan rumah-rumah di bantaran Sungai, Agus mengungkapkan, terdapat pihak-pihak yang lebih rentan terdampak bahaya lahar hujan, seperti penambang pasir hingga pelaku wisata. 

Untuk itu, langkah preventif yang dilakukan BPPTKG agar tidak ada korban jiwa dari kelompok rentan tersebut, yakni dengan membagikan notifikasi dari grup WhatsApp yang sudah teraviliasi.

Kategori :