Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Alami Ratusan Gempa Guguran dalam Sepekan
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1.500 meter ke arah Kali Krasak pada Selasa (24/2/2026), BPPTKG mencatat 30 guguran dan 13 gempa hybrid, dengan status masih Level III Siaga.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi dengan pola erupsi efusif.
Status aktivitas gunung api yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu masih ditetapkan pada tingkat Siaga (Level III).
“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026) malam.
Dia menjelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas yang berpotensi meluncur di beberapa sektor lereng Merapi.
BACA JUGA : Hujan Ekstrem Picu Banjir Lahar Merapi, 3 Meninggal dan 15 Truk Hanyut
BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Pekan Ini, BPPTKG: 807 Gempa Guguran Terekam
Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya meliputi aliran Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro dengan jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
“Sedangkan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak,” jelasnya.
BPPTKG juga mencatat bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di kawasan yang masuk dalam zona bahaya.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1.500 Meter ke Kali Krasak, 9 Kali Guguran Lava Teramati
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1 Km ke Kali Krasak, BPPTKG: Suplai Magma Masih Berlangsung
Sepanjang periode pengamatan 27 Februari hingga 5 Maret 2026, tercatat satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 400 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih.
Selain itu, aktivitas guguran lava juga teramati cukup intensif, di antaranya lima kali ke arah Kali Boyong sejauh dua kilometer, 37 kali ke arah Kali Krasak sejauh dua kilometer, 15 kali ke arah Kali Bebeng sejauh 1,8 kilometer, serta 50 kali ke arah Kali Sat/Putih sejauh dua kilometer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: