Hujan Ekstrem Picu Banjir Lahar Merapi, 3 Meninggal dan 15 Truk Hanyut
Banjir di sungai di Jembatan Surodadi-Gondosuli, Muntilan, Selasa (3/3/2026), di mana hujan ekstrem 144 mm di puncak Gunung Merapi memicu banjir lahar, menyebabkan tiga orang meninggal dunia, enam luka-luka, dua masih hilang, dan 15 truk hanyut di lima s--dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur puncak Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) memicu banjir lahar hujan di sejumlah sungai berhulu Merapi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, enam luka-luka, dua masih dalam pencarian, serta 15 unit truk hanyut.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan hujan mulai turun pukul 15.00 WIB dengan durasi sekitar empat jam dan total curah hujan mencapai ±144 mm, melampaui ambang batas aman potensi lahar.
“Pada tanggal 3 Maret 2026 terjadi hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur puncak Gunung Merapi mulai pukul 15.00 WIB dengan durasi sekitar 4 jam. Total curah hujan tercatat mencapai ±144 mm, melampaui ambang batas aman potensi lahar,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas hingga 1,5 Km, BPPTKG Peringatkan Potensi Lahar Saat Hujan
BACA JUGA : Merapi Kembali Luncurkan APG ke Kali Krasak, Sungai Berhulu Merapi Berpotensi Lahar Hujan
Sistem pemantauan curah hujan Merapi secara otomatis mengirimkan informasi peringatan dini bahaya lahar dan awan panas kepada masyarakat serta para penambang sejak pukul 15.15 WIB.
Banjir lahar hujan mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan menerjang sejumlah aliran sungai, yakni Sungai Gendol, Sungai Apu, Sungai Trising, Sungai Senowo, dan Sungai Pabelan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang per 4 Maret 2026, tiga korban meninggal dunia masing-masing Imam Setiawan (21), Fuad Hasan (25), dan Heru (24). Selain itu, enam orang dilaporkan luka-luka dan dua lainnya masih dalam pencarian.
Sebanyak 15 unit truk dilaporkan hanyut akibat derasnya arus lahar. Agus menyebut, pascakejadian tim gabungan langsung melakukan operasi SAR di sejumlah titik terdampak.
BACA JUGA : Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas 1 Km, BPPTKG: Waspadai Lahar Saat Hujan di Puncak
“Pasca kejadian dilakukan operasi SAR oleh tim gabungan dan ditemukan korban satu orang dalam kondisi meninggal. Pada 4 Maret 2026 pukul 08.00 WIB dilanjutkan pencarian di bantaran Sungai Senowo dan Sungai Apu dan ditemukan dua orang dalam kondisi meninggal,” jelasnya.
BPPTKG merekomendasikan masyarakat yang tinggal di sepanjang alur sungai berhulu Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di kawasan puncak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: