Keracunan Massal di Sleman: 43 Warga Alami Gejala, Sampel Ayam dan Krecek Diuji Laboratorium

Keracunan Massal di Sleman: 43 Warga Alami Gejala, Sampel Ayam dan Krecek Diuji Laboratorium

Dinkes Sleman mencatat 43 warga mengalami gejala keracunan usai acara pamitan haji di Mlati. Temuan awal menyebut krecek dalam nasi box terasa kecut, sampel kini diuji laboratorium.--dok. IST

SLEMAN, diswayjogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat sebanyak 43 warga mengalami gejala keracunan makanan usai menghadiri acara pamitan haji di Padukuhan Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menyampaikan data tersebut merupakan laporan sementara hingga Senin (4/5/2026) pukul 16.36 WIB.

“Data sampai pukul 15.00 WIB ada 43 orang yang bergejala. Seluruhnya menjalani rawat jalan dan tidak ada yang dirawat inap,” ujarnya.

Ia merinci, dari total tersebut, sebanyak 32 orang menjalani pemeriksaan di posko Toragan, 7 orang di RSA UGM, 3 orang di Puskesmas Mlati II, dan 1 orang melakukan pengobatan mandiri.

BACA JUGA : Kronologi Keracunan Massal di Sleman, Diduga Berasal dari Nasi Kotak Pengajian

BACA JUGA : Keracunan Massal Usai Pengajian di Mlati Sleman, Puluhan Warga Alami Mual dan Diare

“Gejala yang dialami korban cukup beragam, mulai dari sakit perut, mules, diare, pusing, hingga demam dan panas dingin,” katanya.

Acara yang digelar pada Minggu (3/5/2026) itu dihadiri sekitar 250 undangan, dengan konsumsi berupa snack dan nasi box yang dibawa pulang.

Menu nasi box tersebut terdiri dari nasi, ayam bakar, sambal goreng krecek dengan jeroan, telur rebus, pisang, serta lalapan timun. Namun, Dinkes menemukan indikasi awal pada salah satu menu.

“Kondisi makanan, terutama krecek, dilaporkan mulur dan terasa kecut,” jelas Khamidah.

BACA JUGA : Setahun Program MBG, Ahli Gizi UGM Soroti Keracunan Anak dan Risiko UPF

BACA JUGA : RS Jiwa Grhasia Klarifikasi Dugaan Keracunan Mahasiswa UNISA, Penyebab Masih Diselidiki

Untuk memastikan penyebab pasti, Dinkes Sleman telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Balai Labkesmas Yogyakarta.

“Sampel yang diperiksa antara lain ayam panggang, sambal goreng krecek dengan jeroan, serta sampel biologis korban,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: