Puluhan Siswa SMP di Bantul Diduga Keracunan MBG, 80 Korban Dirawat Jalan
Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Caturtunggal, Kabupaten Sleman, DIY, saat hari kelima, Jumat (17/1/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bantul. Sebanyak 80 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke dua sekolah, yakni SMP Negeri 3 Jetis dan SMP Muhammadiyah Jetis.
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengungkapkan bahwa mayoritas korban berasal dari SMP Negeri 3 Jetis.
“Data sementara sampai pukul 12.30 WIB, terdapat 77 siswa dan dua guru dari SMP N 3 Jetis, serta satu korban dari SMP Muhammadiyah Jetis,” ujarnya melalui pesan teks, Selasa (14/4/2026).
Dia menjelaskan, dugaan keracunan berasal dari menu MBG yang dikonsumsi pada Senin (13/4/2026), namun gejala baru muncul keesokan harinya.
BACA JUGA : Keracunan MBG Bantul, Dua Dapur Ditutup dan Pengawasan Diperketat
BACA JUGA : Setahun Program MBG, Ahli Gizi UGM Soroti Keracunan Anak dan Risiko UPF
“Diduga siswa mengalami keracunan makanan pada menu MBG hari Senin, namun gejala baru dirasakan hari Selasa,” jelasnya.
Menu MBG tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patalan, yang hingga kini masih mendistribusikan makanan ke 26 sekolah lainnya. Penutupan operasional SPPG masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Bantul, Elina Chrisniati, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
“Hari ini kami baru mengambil sampel makanan dari menu Senin untuk diuji. Hasilnya diperkirakan keluar dalam 7 hingga 14 hari, tergantung parameter bakteri yang diperiksa,” terangnya.
BACA JUGA : Sri Sultan Soroti Kasus Keracunan MBG di Gunungkidul, Masakan Tak Didinginkan Bisa Picu Bahaya
BACA JUGA : Ratusan Siswa Saptosari Gunungkidul Diduga Keracunan MBG, Bupati Endah Turun Tangan
Adapun menu yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi, ayam bakar, tahu, tumis sawi, dan semangka. Seluruh korban mengalami gejala seperti diare, mual, dan muntah, namun tidak ada yang dirawat inap.
“Semua korban saat ini menjalani rawat jalan di Puskesmas Jetis 2,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: