Target Cek Kesehatan Gratis Bantul Naik Jadi 46 Persen, Faskes Swasta Segera Dilibatkan

Target Cek Kesehatan Gratis Bantul Naik Jadi 46 Persen, Faskes Swasta Segera Dilibatkan

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja menyampaikan peningkatan target Cek Kesehatan Gratis 2026 menjadi 46 persen penduduk dalam agenda sosialisasi program kesehatan daerah.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak berhenti pada 2025. 

Dinas Kesehatan Bantul justru menaikkan target capaian pada 2026 menjadi 46 persen dari total penduduk, naik signifikan dari target tahun sebelumnya yang berada di angka 36 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan keberlanjutan program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan promotif dan preventif di tingkat masyarakat.

“Program cek kesehatan gratis di Bantul ini akan tetap kami jalankan. Masyarakat perlu mengetahui bahwa program ini tidak hanya berhenti pada tahun 2025, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan dengan target yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya, Selasa (30/1/2026).

Menurutnya, lonjakan target menjadi 46 persen pada 2026 merupakan upaya untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit.

“Jika tahun lalu targetnya 36 persen dari jumlah penduduk, maka pada tahun 2026 target tersebut meningkat menjadi 46 persen dari jumlah penduduk. Mudah-mudahan hal ini dapat kami laksanakan dengan baik,” ucapnya.

BACA JUGA : Cegah Penyakit dan Skrining Kondisi Kesehatan, Seluruh Sumber Saya Manusia Dinkesda Brebes Jalani CKG

BACA JUGA : Wamenkes Soroti Kekurangan Tenaga Gizi untuk Dukung Program Stunting

Selain mengandalkan puskesmas sebagai titik layanan utama, Dinkes Bantul juga akan membawa program CKG ke ruang-ruang publik dan berbagai kegiatan masyarakat agar lebih mudah diakses warga.

“Ke depan, kami juga akan meningkatkan cakupan CKG, tidak hanya di puskesmas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan atau event di masyarakat untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan capaian program,” tuturnya.

Ia mengatakan saat ini fokus utama masih pada penguatan fasilitas yang sudah dikenal dan berada di bawah koordinasi langsung pemerintah daerah.

"Artinya, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan sudah mulai menyiapkan,” ujarnya. 

Menurutnya, keterlibatan fasilitas kesehatan swasta akan dilakukan secara bertahap, seiring dengan kesiapan distribusi BMHP agar kualitas layanan tetap terjaga dan merata.

“Ke depan, kami juga berencana melibatkan fasilitas kesehatan swasta. Namun, untuk tahap awal kami fokus pada fasilitas yang sudah dikenal terlebih dahulu,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: