Tak Sekadar Bagi Telur, Bantul Tekan Gizi Buruk dari Rumah ke Komunitas
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Abedgeno Dani Nugroho memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan program intervensi gizi dan penanganan stunting di Bantul.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Upaya Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menekan angka gizi buruk dan stunting menunjukkan hasil yang mulai terasa.
Program intervensi gizi yang dijalankan tidak lagi terpaku pada pemberian makanan tambahan di posyandu, tetapi merambah ke pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, dengan fokus pada pemahaman status gizi balita secara menyeluruh.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Abedgeno Dani Nugroho, menegaskan bahwa program gizi di wilayahnya kini dirancang lebih luas dan berkelanjutan.
Bukan hanya soal membagikan telur atau makanan tambahan, melainkan memastikan orang tua memahami kondisi dan kebutuhan gizi anak secara tepat.
“Bukan hanya telur dan makanan lainnya, program ini juga tidak terbatas di posyandu saja. Kami masuk ke keluarga, memberikan edukasi, dan melakukan pemantauan agar intervensinya berkelanjutan,” katanya saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, pendekatan ini lahir dari temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa persoalan gizi balita tidak hanya soal stunting.
BACA JUGA : Kasus DBD di Kota Yogyakarta Turun, Dinkes Tetap Waspada Wilayah Endemis Dengue
BACA JUGA : Super Flu Tak Sebahaya COVID-19, Dinkes Yogyakarta Tekankan PHBS dan Istirahat Cukup
Ada pula kasus gizi buruk lain seperti wasting (gizi buruk akut) dan underweight yang perlu ditangani secara simultan.
“Selama ini, selain stunting, ada juga kasus balita dengan gizi buruk lainnya. Mereka kami beri telur, makanan tambahan lokal, atau bentuk intervensi lain yang disesuaikan dengan kondisi keluarga,” ucapnya.
Hasil dari pendekatan tersebut mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Dinkes Bantul mencatat penurunan signifikan pada angka wasting dan underweight di sejumlah wilayah.
Data ini menjadi indikator bahwa strategi yang lebih menyeluruh dapat memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi anak.
“Hasilnya sekarang mulai terlihat. Angka wasting dan angka underweight di Bantul kini sudah turun drastis, dan ini jadi sinyal positif bagi kami untuk terus memperkuat program ini,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: