Sepekan Terakhir, Merapi Lontarkan Ratusan Guguran Lava ke Arah Sungai

Sepekan Terakhir, Merapi Lontarkan Ratusan Guguran Lava ke Arah Sungai

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1,3 kilometer ke arah Kali Krasak pada Senin (9/3/2026) siang. BPPTKG menyebut status Merapi masih Level III Siaga dan masyarakat diminta tetap waspada.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau tinggi dalam sepekan terakhir. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menetapkan status Merapi tetap berada pada level “Siaga”.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso menyampaikan, aktivitas erupsi efusif masih terus berlangsung dengan potensi bahaya yang signifikan di sejumlah sektor.

“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat ‘Siaga’,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026).

BPPTKG mencatat, potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) yang mengarah ke beberapa aliran sungai.

BACA JUGA :  Status Siaga Gunung Merapi Bertahan, BPPTKG Ingatkan Ancaman Lahar Saat Hujan

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1,5 Km ke Kali Putih, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas dan Lahar Hujan

Pada sektor selatan–barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, ancaman menjangkau Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” katanya.

Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya awan panas guguran di dalam zona bahaya.

Sepanjang periode 20–26 Maret 2026, aktivitas guguran lava terpantau cukup intens, dengan total ratusan kejadian ke berbagai arah. Selain itu, kegempaan juga meningkat dibandingkan pekan sebelumnya, menandakan dinamika internal Merapi masih aktif.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Gunung Merapi Sabtu Sore, Jarak Luncur 1,5 Km ke Arah Kali Boyong

BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas dan Guguran Lava

Meski demikian, dari sisi deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung, BPPTKG menyebut belum ada perubahan signifikan.

Di sisi lain, hujan dengan intensitas cukup tinggi sempat terjadi di kawasan Merapi, namun belum dilaporkan adanya aliran lahar tambahan di sungai-sungai berhulu di puncak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait