Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1.500 Meter ke Kali Krasak, 9 Kali Guguran Lava Teramati
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1.500 meter ke arah Kali Krasak pada Selasa (24/2/2026), BPPTKG mencatat 30 guguran dan 13 gempa hybrid, dengan status masih Level III Siaga.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Selasa (24/2/2026) pukul 05.26 WIB. Jarak luncur tercatat mencapai 1.500 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 17,76 mm dengan durasi 151,87 detik.
“Terjadi awan panas guguran pukul 05.26 WIB dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak,” ujarnya dalam laporan aktivitas gunung api.
Dalam periode pengamatan Selasa pagi hing siang, tercatat 30 kejadian guguran dengan amplitudo 2–37 mm dan durasi 52,34–185,22 detik. Selain itu, terjadi 13 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–26 mm, durasi 7,41–20,4 detik, serta selisih waktu S-P 0,2–0,8 detik.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1 Km ke Kali Krasak, BPPTKG: Suplai Magma Masih Berlangsung
BACA JUGA : BPPTKG: Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung, Potensi Bahaya Guguran Lava Capai Radius 7 Kilometer
Secara visual, gunung tampak berkabut 0-I dan asap kawah nihil. Sementara kondisi meteorologi terpantau berawan dengan suhu udara 22,9–25,8 °C, kelembaban 62,4–77 persen, dan angin bertiup tenang ke arah selatan.
BPPTKG juga mengamati sembilan kali guguran lava ke arah barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Saat ini, aktivitas Merapi masih berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menyebut potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas hingga 1,5 Km, BPPTKG Peringatkan Potensi Lahar Saat Hujan
BACA JUGA : Merapi Kembali Luncurkan APG ke Kali Krasak, Sungai Berhulu Merapi Berpotensi Lahar Hujan
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” tegas Agus.
BPPTKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di wilayah potensi bahaya serta mewaspadai lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di sekitar Merapi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: