Status Siaga Gunung Merapi Bertahan, BPPTKG Ingatkan Ancaman Lahar Saat Hujan
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu (14/3/2026) sore, dengan jarak luncur sekitar 1.500 meter ke arah hulu Kali Boyong. Status Merapi masih di level III atau siaga.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi dalam periode 13–19 Maret 2026. Berdasarkan laporan resmi, status aktivitas gunung tersebut tetap berada pada level “Siaga”.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa aktivitas yang terjadi didominasi erupsi efusif dengan potensi bahaya yang masih signifikan.
“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat ‘Siaga’,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Selama periode pengamatan, tercatat lima kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal mencapai 1.600 meter ke arah barat daya. Selain itu, guguran lava juga terjadi puluhan kali di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Merapi.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1,5 Km ke Kali Putih, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas dan Lahar Hujan
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Gunung Merapi Sabtu Sore, Jarak Luncur 1,5 Km ke Arah Kali Boyong
Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, seperti di Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
“Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” jelasnya.
Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran di wilayah rawan bencana. Intensitas kegempaan pun tercatat meningkat dibandingkan minggu sebelumnya, dengan ratusan gempa guguran dan fase banyak.
Meski demikian, dari sisi deformasi, tidak ditemukan perubahan signifikan berdasarkan pemantauan menggunakan EDM dan GPS.
BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas dan Guguran Lava
BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Senin Siang, Jarak Luncur 1.300 Meter ke Kali Krasak
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan yang berpotensi memicu aliran lahar.
“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” tegas Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: