BPBD Sleman Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran

BPBD Sleman Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Raden Haris Martapa menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa mudik Lebaran.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa mudik Lebaran.

Imbauan ini disampaikan seiring kondisi cuaca yang masih didominasi hujan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengatakan masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada perjalanan mudik, tetapi juga tetap memperhatikan faktor keselamatan selama berada di perjalanan maupun di tempat tujuan.

“Pada masa mudik ini masyarakat juga diharapkan tidak hanya melakukan perjalanan pulang kampung, tetapi juga menikmati berbagai budaya yang ada,” katanya, Sabtu (7/3/2026). 

Namun demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap harus memperhatikan kondisi cuaca yang saat ini masih didominasi hujan.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah.

BACA JUGA : BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

BACA JUGA : BPBD Bantul Minta Lima Warga Mengungsi Usai Tebing Longsor di Imogiri

“Namun demikian, sesuai yang telah disampaikan oleh BMKG, kondisi cuaca saat ini masih didominasi hujan. Bahkan di beberapa wilayah hujan turun cukup deras,” ujarnya.

Karena itu, BPBD Sleman mengimbau masyarakat, baik yang berada di wilayah Sleman maupun yang sedang melakukan perjalanan mudik, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

“Kami berharap seluruh masyarakat, baik yang berada di Sleman maupun yang sedang melakukan perjalanan mudik, agar tetap berhati-hati,” jelasnya. 

Ia menambahkan, masyarakat perlu menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca yang tidak menentu. 

Kesiapsiagaan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko ketika terjadi bencana.

“Masyarakat juga diharapkan selalu menyiapkan diri dan waspada, karena di mana pun kita berada harus siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: