Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya

Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya

Gunung Merapi mengalami awan panas guguran sejauh 1,3 km ke arah Kali Krasak pada 7 Februari 2026, BPPTKG mengingatkan masyarakat mewaspadai bahaya lahar saat hujan dan tetap menjauhi zona rawan karena status Merapi masih Level III Siaga.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami aktivitas awan panas guguran pada Sabtu (7/2/2026) pukul 15.55 WIB. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, melaporkan awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 1.300 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak.

“Berdasarkan data pemantauan, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 12 mm dengan durasi sekitar 102,95 detik,” ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Agus menyebutkan aktivitas ini terjadi bersamaan dengan hujan yang mengguyur lereng barat Merapi sejak pukul 14.43 WIB dengan curah hujan 5 mm selama 51 menit dan intensitas 16 mm per jam.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dini Hari, Luncur ke Kali Boyong

BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,5 Km ke Kali Boyong Minggu Siang

BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya lahar di sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi serta ancaman awan panas guguran di wilayah potensi bahaya. Warga diminta menjauhi kawasan rawan dan mematuhi seluruh rekomendasi resmi.

Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 07 Februari 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, kondisi meteorologi tercatat mendung dan berawan dengan suhu udara 23,2–23,3 derajat Celsius serta kelembaban 77–82 persen. Secara visual, gunung terlihat jelas dengan kabut tipis dan tidak teramati asap kawah.

Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–10 mm dan durasi 78,99–185,03 detik. Selain itu, terjadi 28 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–40 mm. 

Teramati pula empat kali guguran lava ke arah barat daya meliputi Kali Sat/Putih, Kali Krasak dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1,5 Km, Status Masih Siaga

BACA JUGA : Dua Kali Gempa Terasa di Sekitar Merapi, BPPTKG Pastikan Aktivitas Gunung Stabil

“Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga,” tuturnya. 

Potensi bahaya meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, termasuk Sungai Boyong maksimal 5 km serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng hingga 7 km. Sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: