Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dini Hari, Luncur ke Kali Boyong
Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 1,5 kilometer ke arah Kali Boyong, pada Senin (2/2/2026) dini hari, BPPTKG mengingatkan masyarakat tetap waspada.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya awan panas guguran pada Senin (2/2/2026) dini hari.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan awan panas guguran terjadi pada pukul 04.40 WIB dengan estimasi jarak luncur sejauh 1.500 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Boyong. Peristiwa tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 133 detik.
“Teramati awan panas guguran mengarah ke sektor barat daya dengan jarak luncur sekitar 1,5 kilometer,” ujar Agus dalam laporan aktivitas Gunung Merapi.
Berdasarkan laporan periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, kondisi meteorologi di kawasan Gunung Merapi terpantau berawan dan hujan. Angin bertiup tenang ke arah timur, dengan suhu udara mencapai 19,6 derajat Celsius, kelembaban 97,5 persen, serta curah hujan tercatat 8 mm per hari.
BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,5 Km ke Kali Boyong Minggu Siang
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1,5 Km, Status Masih Siaga
Secara visual, gunung terlihat tertutup kabut dengan intensitas bervariasi dari 0-I hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa guguran sebanyak 25 kali dengan amplitudo 2–29 mm dan durasi 74,53 hingga 201,42 detik. Selain itu, tercatat 18 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–43 mm.
BPPTKG juga mencatat terjadinya lima kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya, meliputi alur Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana.
BACA JUGA : Dua Kali Gempa Terasa di Sekitar Merapi, BPPTKG Pastikan Aktivitas Gunung Stabil
BACA JUGA : Merapi Tetap Siaga, Data BPPTKG Ungkap Ratusan Gempa dan Guguran Lava
“Potensi bahaya masih berupa guguran lava dan awan panas guguran, terutama di sektor selatan hingga barat daya,” tegas Agus.
Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di kawasan puncak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: