BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Raden Haris Martapa menjelaskan kesiapsiagaan bencana dan aktivasi Posko Lebaran 2026 di Posko Utama Pakem, Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiagakan posko layanan kebencanaan selama 24 jam menjelang dan selama masa libur Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir genangan, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu jalur mudik maupun aktivitas wisata.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan guna memastikan respons cepat terhadap potensi kejadian bencana.

“Posko utama layanan kebencanaan BPBD Sleman tetap beroperasi selama 24 jam di Posko Utama Pakem. Masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat melalui layanan WhatsApp yang kami siagakan,” katanya. 

Posko utama tersebut berada di Jalan Kaliurang Nomor 17, Sanggrahan, Pakembinangun, Pakem, Sleman. 

Selain posko utama yang beroperasi sepanjang tahun, BPBD Sleman juga akan mengaktifkan Posko Lebaran pada 15–24 Maret 2026.

BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang Sleman, Puluhan Pohon Tumbang dan Genteng Berterbangan

BACA JUGA : Pemkab Sleman Perkuat Ketahanan Pangan melalui Peningkatan Produktivitas Pertanian dan Perikanan

Posko ini akan melibatkan personel BPBD serta komunitas relawan yang siap melakukan pemantauan kondisi lapangan selama periode libur Lebaran.

Menurutnya, salah satu fokus utama kesiapsiagaan adalah penguatan tim kerja kedaruratan, terutama dalam hal operasional lapangan.

“Tim Reaksi Cepat kami siagakan dalam beberapa shift. Mereka akan bergerak cepat menangani kejadian seperti pohon tumbang, banjir genangan, maupun tanah longsor yang berpotensi menghambat jalur mudik,” ucapnya.

Selain menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD Sleman juga mengaktifkan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) untuk mengendalikan operasi kedaruratan secara real-time.

Pusdalops bertugas memantau kondisi wilayah, menerima laporan masyarakat, serta mengoordinasikan respons penanganan bencana dengan berbagai pihak terkait.

Dalam menghadapi potensi bencana selama libur Lebaran, BPBD Sleman juga memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan berbagai instansi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: